Bldaily.id. Dia beralih dari dipromosikan sebagai bintang internasional di media pemerintah Tiongkok setelah memenangkan kontes Miss World Canada, menjadi melihat kehidupan Ayahnya dihancurkan karena tidak mau diam mengenai pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di negara asalnya.

Sekarang, Anastasia Lin adalah seorang cendekia-satu bulan dengan lembaga think tank Australia Centre for Independent Studies.

Wanita berusia 29 tahun ini, yang digambarkan dalam editorial Globe and Mail sebagai ratu kecantikan yang dilihat dan dihindari oleh Tiongkok, mengungkapkan dalam sebuah wawancara intim bahwa dia telah diberitahu oleh banyak diaspora Tiongkok di seluruh dunia bahwa mereka khawatir tentang penganiayaan dari sesama rekan-rekan orang Tiongkok mereka, termasuk anggota keluarga mereka sendiri, karena budaya ketakutan yang ditanamkan dalam pikiran orang-orang Tiongkok oleh Partai Komunis.

Dia mengatakan bahwa komunis di Tiongkok telah bekerja keras untuk menciptakan “ketakutan buatan” di antara para penduduk, membuat banyak orang Tiongkok daratan merasa “berkewajiban untuk menganiaya” orang-orang yang menentang pemerintah.

“Anda berkewajiban untuk berdiri di garis partai dan menekan sesama orang Tiongkok,” kata Lin dalam sebuah wawancara dengan think tank Menzies Research Center.

Dia memberi contoh, pada apa yang polisi lakukan terhadap seorang siswa sekolah menengah di Adelaide.

“Mereka memberi tahu saya bahwa ketika Ayah saya kembali ke Tiongkok — karena keluarganya adalah diaspora yang agak blak-blakan di sini, di Australia — polisi mengundangnya untuk ‘minum teh bersama.’

Diundang untuk minum teh adalah cara Tiongkok untuk mengatakan bahwa Anda sedang diancam oleh polisi dalam sebuah percakapan pribadi,” jelasnya. “Mereka mengatakan kepadanya bahwa jika dia terus vokal tentang hal-hal yang tidak disukai pemerintah Tiongkok, putrinya … ketika putrinya itu mendaftar ke Universitas Adelaide, permohonannya mungkin ditolak. Itu adalah di sini, di Australia.

Sayangnya, beberapa universitas Australia … mereka berusaha untuk tenang dengan Beijing, membungkam kebebasan berbicara, membatalkan pembicara yang sensitif terhadap pemerintah Tiongkok, dan tidak membiarkan para siswa memiliki lingkungan yang aman untuk benar-benar mempelajari apa yang akan mereka pelajari di sini,” katanya.

Lin berkata bahwa dia mengetahui kisah intimidasi Partai Komunis Tiongkok (PKT) dengan sangat baik.

Ayahnya, yang adalah pengusaha yang sangat sukses di Tiongkok, menuntut agar Lin berhenti berbicara di depan umum tentang pelanggaran hak asasi manusia di Tiongkok setelah dia memenangkan gelar Miss World Canada di Vancouver pada tahun 2015.

“Berhentilah melakukan itu atau kamu akan menghancurkan keluarga kita,” katanya kepada Lin, memberitahunya untuk menyadari bahwa Ayahnya sedang diancam oleh polisi.

“Ketika pertama kali saya menang dan media Tiongkok melaporkannya dengan cara yang baik, orang-orang dari seluruh Tiongkok mengiriminya pesan ucapan selamat,” kenangnya. “Media Tiongkok bahkan mewawancarainya dan menulis tentang dirinya sebagai Ayah luar biasa yang membesarkan seorang putri yang sangat luar biasa.”

Miss World Canada Anastasia Lin berbicara kepada wartawan di sebuah acara untuk menghormatinya di The Spoke Club di pusat kota Toronto pada 15 Desember 2015. (Matthew Little / Epoch Times)

Tetapi ketika sang Ayah mengancam untuk tidak mengakuinya, Lin mengatakan satu hal yang menjadi jelas baginya: rezim Tiongkok menggunakan ‘taktik yang sama dengan yang mereka gunakan dalam revolusi kebudayaan, pada keluarga yang hancur, pada masyarakat yang hancur, pada musuh publik yang dieksekusi … itu adalah hal yang mengerikan.’

“Saya pikir apa yang coba dilakukan oleh komunis adalah menghancurkan [ikatan keluarga], menghancurkan naluri dasar manusia itu. Dan itulah tepatnya yang mereka coba lakukan pada saya.”

Lin berkata setelah merenung secara mendalam, dia mengerti bahwa tindakan Ayahnya adalah didorong oleh rasa takut. Saat itulah dia memutuskan bahwa dia tidak ingin mengulangi apa yang telah dilakukan generasi sebelumnya, dan akan mendengarkan suaranya sendiri.

“Saya merasa setelah membuat keputusan itu, saya semakin dekat dengan cara sebenarnya saya ingin hidup, sebagai makhluk yang sadar,” katanya.

Anastasia Lin dalam gambar diam dari film “Badass Beauty Queen.” (Courtesy Lofty Sky Entertainment via The Epoch Times)

Menurut Lin, situasi tragis ini adalah sama dengan apa yang dihadapi oleh banyak keluarga Tiongkok lain di seluruh dunia.

“Mereka menggunakannya sebagai senjata,” katanya tentang apa yang dilakukan oleh rezim Tiongkok, untuk “menciptakan ketakutan di antara orang-orang Tiongkok lainnya. Mereka mengendalikan Tiongkok menggunakan alat kebohongan dan manipulasi.”

Dipuntir, Dimanipulasi

Lin mengatakan bahwa peristiwa yang terjadi dalam sejarah Tiongkok di waktu-waktu belakangan ini, seperti revolusi kebudayaan, telah “memuntir dan memanipulasi” orang-orang Tiongkok daratan — sesuatu yang dia amati setelah pindah ke Kanada dari Hunan, Tiongkok, pada usia 13 tahun.

“Saya tidak sedang menjadi rasis di sini,” katanya. “Bayangkan saja hewan yang benar-benar cantik tiba-tiba dipaksa untuk masuk ke mode bertempur dan menanggalkan semua keanggunan alaminya sejak lahir,” katanya, setelah merenungkan hidupnya di daratan Tiongkok.

Lin sendiri pernah menjadi pemimpin pemuda komunis di Tiongkok, ditugasi mengatur teman-teman sekelasnya untuk menonton video propaganda wajib dan mengulangi slogan-slogan partai komunis.

Tetapi dia berkata bahwa setelah pindah ke Kanada, dia melihat perbedaan besar antara Tiongkok daratan dengan orang-orang Tionghoa lainnya.

Anastasia Lin dan Ibunya selama kelulusan Lin di Kanada. (Courtesy of Anastasia Lin via The Epoch Times)

“Ketika saya mengunjungi Taiwan, saya melihat para birokrat Taiwan, cara mereka bertindak … tiba-tiba saya merasakan kegembiraan ini,” katanya. “Rasanya hampir seperti saya telah melihat apa yang akan terjadi di Tiongkok, dan bagaimana Tiongkok akan menjadi, jika komunis tidak mengambil alih. Ada kelembutan itu, ada rahmat yang diturunkan nenek moyang kita.

“Di masa lalu, karena orang-orang Tiongkok percaya pada makhluk ilahi — kami memiliki dan menyembah Tuhan dan Dewa, dan tentu saja Komunisme adalah ateis. Jadi bagi mereka, kepercayaan tradisional itu sendiri adalah musuh terbesar partai komunis, karena itu adalah hambatan bagi mereka untuk mendapatkan kendali total atas pikiran dan hati orang-orang di negara Tiongkok.

“Karena itulah revolusi kebudayaan bukan kecelakaan; itu juga bukan kesalahan strategis Mao. Itu adalah pemberantasan yang disengaja terhadap musuh terbesar partai komunis Tiongkok.”

Seorang pejabat Tiongkok diarak di jalan-jalan Beijing oleh Pengawal Merah pada 25 Januari 1967. Kata-kata di topi bodohnya menuduhnya sebagai “pencopet politik.” Selama masa pemerintahan Mao Zedong (1949-1977), banyak warga Tiongkok dan Para pejabat dituduh melakukan kejahatan politik, dan diberi label “musuh kelas” dan “kontra-revolusioner.” (Associated Press)

Lin menambahkan bahwa dalam pandangannya, perbedaan antara orang-orang Tiongkok dan orang-orang Barat, bukanlah bahwa orang-orang Tiongkok tidak menginginkan atau menjunjung kebebasan.

“Di Tiongkok, kami juga menginginkan kebebasan. Tapi kebebasan itu tidak ada di sana; kebebasan itu diambil oleh Partai Komunis Tiongkok. Itulah bedanya.”

Dia mendorong orang-orang di Barat untuk tidak memandang kebebasan sebagai sesuatu yang diberikan begitu saja. Kalau tidak, kita mungkin akan harus memperjuangkannya, seperti para pengunjuk rasa di Hong Kong.

“Kebebasan itu adalah hak istimewa dari leluhur kita … Kakek dan Nenek kita memperjuangkan dan memperolehnya, dan kini kita hidup di dalam masyarakat dimana kita bisa hidup dengan bebas. Jangan anggap itu sebagai sesuatu yang diberikan begitu saja.”

Anastasia Lin akan berbicara di Pusat Studi Independen pada 22 Agustus, untuk berdebat mengenai jika ini adalah “Waktunya untuk lebih keras dengan RRT.”

Sumber: The Epoch Times

Video Rekomendasi

Bagaimana Partai Komunis Tiongkok Melarikan Diri dari Tanggung Jawab Atas Pembunuhan Terhadap Jutaan Orang

Beginilah Partai Komunis Tiongkok melarikan diri dari tanggung jawab atas semua pembunuhan yang pernah dilakukannya

Harian BLさんの投稿 2019年4月16日火曜日

Share

VIDEO POPULAR