Bldaily.id. Ge Xiulan telah mengalami banyak hal ketika berupaya untuk membebaskan suaminya dari penjara, termasuk dilecehkan dan ditahan, tetapi dia tidak menyerah.

Suami Ge, Huang Liqiao, menjalani hukuman tujuh tahun karena berlatih Falun Gong, sebuah latihan spiritual yang telah secara brutal ditekan dan dianiaya oleh rezim komunis Tiongkok sejak tahun 1999.

Pada hari ulang tahun Huang tahun lalu, Ge muncul di Penjara Binhai di Tianjin, sambil memegang karangan bunga di tangan, untuk mengunjunginya. Setelah menunggu di luar sepanjang pagi, seorang penjaga akhirnya keluar dan mengambil karangan bunga tersebut, tetapi dia tidak diizinkan untuk melihat suaminya.

Ge tidak terkejut. Sebelumnya, setelah suaminya, Huang, seorang insinyur, dijatuhi hukuman pada bulan September 2012, baru setelah lima tahun kemudian dia boleh mendapat izin untuk mengunjunginya, dan bahkan setelah itu, kunjungannya sangat sporadis, kadang diizinkan kadang tidak.

Ge telah berupaya untuk mencari pembebasan suaminya sejak hari pertama suaminya ditahan, memohon kepada berbagai entitas pemerintah agar bisa mengupayakan pembebasannya, mempertahankan bahwa suaminya tidak melakukan kesalahan dalam menggunakan hak konstitusionalnya akan kebebasan berkeyakinan, dan karena itu, hukuman tujuh tahun yang dikenakan pada suaminya adalah ilegal.

“Ada rekaman, pisau, senjata api, tongkat, pentungan, dan narkoba, yang sering digambarkan sebagai bukti penuntutan. Tetapi tidak ada bukti untuk membuktikan bahwa Huang Liqiao telah melakukan kejahatan. Dia dikirim ke penjara dan mengalami siksaan yang tak ada habisnya,” tulis Ge dalam sepucuk surat kepada para pejabat di Pengadilan Tinggi Tianjin, pada Juli 2017. Surat ini diterbitkan di Minghui.org, yang berfungsi sebagai pusat informasi mengenai penganiayaan terhadap Falun Gong yang terjadi di Tiongkok.

“Huang Liqiao telah mendapat perlakuan tidak adil. Untuk menentukan apakah seseorang bersalah, seseorang harus memeriksa apakah yang dia lakukan telah merugikan orang lain atau tidak. Bukankah apa yang dilakukan oleh seseorang adalah bukti terbaik?”

Pihak berwenang mengancam Gu, yang juga adalah seorang praktisi Falun Gong, dan mengganggu upaya untuk memohon pembebasan suaminya. Rumahnya digeledah pada tahun 2013, dan pada Maret 2015, rumah dan bisnisnya digeledah, dan dia ditahan di kamp kerja paksa selama 25 hari.

Ge Xiulan dan seorang pengacara setelah mengajukan mosi ke Pengadilan Tinggi Tianjin pada 31 Juli 2017. (Kredit: Minghui.org)

Penyiksaan Melampaui Daya Tahan

Pada tahun 2000, karena Huang berlatih Falun Gong dan meningkatkan kesadaran orang-orang tentang fakta dibalik kampanye penganiayaan dan fitnahan yang dilakukan oleh Komunis Tiongkok, Huang ditahan di sebuah kamp kerja paksa di Tianjin tiga kali dengan total tujuh tahun, menurut Minghui.

Karena dia menolak untuk “diubah,” meskipun dipaksa menonton video yang memfitnah Falun Gong, akhirnya dia menjadi sasaran utama penganiayaan yang dilakukan oleh para penjaga.

Selama tahun-tahun itu dia disiksa dengan sangat parah, terkadang sampai di ambang kematian. Penyiksaan yang dia alami termasuk disetrum dengan tongkat listrik, dipukuli dengan tongkat kayu dengan kejam, membuat anggota tubuhnya diregangkan dengan paksa di tempat tidur, “digantung” dengan borgol, dan dilarang tidur untuk waktu yang lama.

Peragaan penyiksaan: Menyetrum dengan tongkat listrik. (Kredit: Minghui.org)

Dia diikat ke tempat tidurnya setiap hari selama satu tahun, kecuali selama waktu makan dan perjalanan ke toilet. Pada musim panas dia ditutupi dengan selimut tebal untuk menambah penderitaannya, sementara di musim dingin, air dingin mengalir di atasnya dan jendela dibiarkan terbuka.

Dia juga dipaksa melakukan kerja keras selama berjam-jam. Jika dia tertidur saat bekerja, para penjaga akan menggunakan tongkat listrik untuk menyetrum kepalanya, untuk membangunkannya. Jika dia tidak bisa bangun di pagi hari, para penjaga akan menghasut tahanan lain untuk menusuknya dengan jarum.

Jenis penyiksaan yang disebut “satu langkah ke surga” membuatnya lumpuh, dan dia terbaring di tempat tidur selama lebih dari dua bulan, dan kemudian mengembangkan masalah pada ginjalnya.

Ge Xiulan dan seorang pengacara di luar Pengadilan Menengah Pertama Tianjin pada 21 Maret 2017, setelah mengajukan banding untuk menentang hukuman penjara suaminya yang tidak adil. (Kredit: Minghui.org)

‘Memelihara Kebaikan di Hati Kita’

Setiap kali Huang dibebaskan dari kamp kerja paksa, kesehatannya segera pulih berkat perawatan keluarga serta berlatih Falun Gong, sebuah latihan tradisional yang mengajarkan orang untuk meningkatkan karakter mereka dengan mengikuti sejati, baik, dan sabar.

Setelah dia ditangkap lagi pada April 2012, dia melakukan mogok makan sebagai protes dan dicekok paksa — jenis penyiksaan lainnya.

Ketika tiba saatnya untuk persidangan pada 24 Juli 2012, dia sangat lemah karena melakukan mogok makan selama lebih dari 70 hari, sehingga dia harus dibawa ke ruang sidang dengan kursi roda.

Dia kemudian didiagnosis menderita TBC, pada 20 September dia dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Namun, bukannya memberi penangguhan dengan alasan medis, pengadilan setempat malah menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara enam hari kemudian.

Ge terus memohon pembebasan Huang dan agar dapat mengunjunginya lebih sering. Mosi yang dia ajukan ke Pengadilan Tinggi Tianjin pada Juli 2017 mendesak mereka untuk mempertimbangkan kembali kasus suaminya, ditolak pada bulan November berikutnya.

Tapi dia tidak menyerah, dan dia menjelaskan alasannya di akhir suratnya.

“Yang lebih penting dari kehidupan itu sendiri adalah sifat alami manusia. Hanya dengan memelihara kebaikan di hati kita, kita bisa menjadi orang yang baik hati, loyal, sopan, dan jujur. Jika kita berlatih sejati dan baik, kita akan bisa memiliki kesabaran ketika menghadapi masalah,” tulisnya.

“Jika [pemenjaraan suami saya] tidak melanggar kompas moral saya, saya tidak akan memiliki keberanian untuk menghadapi ancaman hidup dan mati, dan untuk bertahan selama bertahun-tahun.”

Tentang Falun Dafa

Falun Dafa, juga dikenal sebagai Falun Gong, adalah sebuah latihan spiritual Tiongkok kuno yang dibawa ke publik oleh Mr. Li Hongzhi di Tiongkok dan diajarkan secara gratis. Latihan ini terdiri dari latihan gerakan yang lembut, meditasi dan pengajaran moralitas yang berdasarkan prinsip-prinsip sejati, baik dan sabar.

Apa yang dibawa oleh Falun Dafa, adalah nilai-nilai luhur yang telah ada dalam kebudayaan tradisional Tiongkok kuno 5.000 tahun (sebelum negara Tiongkok menjadi negara komunis).

Latihan ini dianggap sesat oleh Komunis Tiongkok karena mengajarkan nilai-nilai yang bertentangan dengan komunisme.

Sebetulnya hingga saat ini, Falun Gong tidak pernah secara resmi dilarang, karena tidak ada satupun Undang-Undang hukum resmi di negara Tiongkok yang dilanggar oleh Falun Gong, dan pemerintah Tiongkok sendiri tidak pernah mengeluarkan keputusan ataupun aturan resmi yang terang-terangan dan dengan tegas melarang Falun Gong.

Sebelum 1999, ada sekitar 70 hingga 100 juta orang praktisi Falun Dafa di Tiongkok, menurut Pusat Informasi Falun Dafa.

Rezim komunis Tiongkok mulai memfitnah dan menganiaya Falun Gong pada 20 Juli 1999, dan penganiayaan telah terus dan sedang berlangsung sampai hari ini, 20 tahun lebih sejak penganiayaan tersebut dimulai.

Informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi id.minghui.org dan faluninfo.net.

Sumber: The Epoch Times

Video Rekomendasi

Bagaimana Partai Komunis Tiongkok Melarikan Diri dari Tanggung Jawab Atas Pembunuhan Terhadap Jutaan Orang

Beginilah Partai Komunis Tiongkok melarikan diri dari tanggung jawab atas semua pembunuhan yang pernah dilakukannya

Harian BLさんの投稿 2019年4月16日火曜日

Share

VIDEO POPULAR