Bldaily.id. Pada peringatan 20 tahun penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong di Tiongkok, para praktisi di Amerika Serikat telah menyerahkan daftar nama para pelaku pelanggaran hak asasi manusia ke Departemen Luar Negeri AS, mendesak badan tersebut untuk menolak visa atau entri pelabuhan bagi orang-orang yang telah melakukan pelanggaran HAM tersebut.

Ini adalah tindak lanjut dari keputusan dari Departemen Luar Negeri AS yang dibuat pada masa lebih awal tahun ini, yaitu untuk memperketat pemeriksaan visa dan membatasi masuknya para pelanggar hak asasi manusia. Keputusan itu didasarkan pada undang-undang AS tentang ijin masuk dan imigrasi, serta Proklamasi Presiden 8697 yang dikeluarkan pada tahun 2011.

Seorang pejabat dari Departemen Luar Negeri AS mengkonfirmasi penerimaan kiriman daftar tersebut dan mengatakan bahwa mereka akan mengambil tindakan yang sesuai untuk semua kasus. Dia juga mengatakan bahwa semua orang yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia dan terlibat dalam penganiayaan terhadap Falun Gong, tidak akan diberikan visa. Mengutip Minghui.org sebagai sumber yang dapat diandalkan dan dapat dipercaya, dia juga memuji bahwa bukti yang diberikan oleh para praktisi Falun Gong adalah kredibel dan diformat dengan baik, dan termasuk yang terbaik.

Ketika pejabat tersebut menjelaskan berbagai undang-undang tentang tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan visa, dia menyebutkan juga bahwa beberapa di antaranya berlaku untuk pasangan ataupun anak-anak dari para pelaku. Dia juga menunjukkan bahwa pola dari perbuatan yang dilakukan pelanggar tidak penting, tetapi rincian spesifiknya adalah penting. Selama satu kasus memiliki kekhususan yang substansial, pelaku tersebut memenuhi syarat untuk dinyatakan sebagai tidak memenuhi persyaratan visa.

Pejabat itu juga menyebutkan bahwa banyak negara lain telah memberlakukan atau sedang mempertimbangkan untuk memberlakukan undang-undang yang serupa dengan “Global Magnitsky Act” AS, yang dapat digunakan untuk menolak aplikasi visa dari para pelanggar HAM, serta membatasi aset mereka di Amerika Serikat.

Dalam 20 tahun terakhir, Minghui.org telah mengumpulkan informasi tentang sejumlah besar pelaku dan tindakan mereka terhadap para praktisi Falun Gong. Individu kunci akan terus dipilih dan diserahkan datanya ke Departemen Luar Negeri.

Beberapa individu di daftar nama terbaru yang dikirimkan ada di bawah ini. Dalam daftar ini, termasuk para pemimpin dari departemen propaganda, dari Komite Urusan Politik dan Hukum (PLAC), dan dari Kantor 610 , serta para dokter yang terlibat dalam pengambilan organ secara paksa, hakim, juga para petugas dari penjara dan kamp kerja paksa. Keterlibatan mereka termasuk mengeluarkan kebijakan, memberikan instruksi, dan melaksanakan perintah penganiayaan.

Daftar Nama Parsial Individu yang Dikirimkan ke Departemen Luar Negeri AS

Ke-20 orang yang tercantum di bawah ini hanya sebagian dari daftar nama yang baru-baru ini diserahkan ke Departemen Luar Negeri AS. Mereka menunjukkan bahwa daftar nama tersebut mencakup berbagai daerah, fungsi, dan tingkat lembaga pemerintah.

  1. Liu Yunshan (刘云山):

Sejarah penugasan Liu Yunshan:

1993–1997: Wakil Direktur Departemen Propaganda Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT)

1997–2002: Wakil Direktur Departemen Propaganda Komite Sentral PKT, dan Ketua Komisi Bimbingan Sentral PKT untuk Membangun Peradaban Spiritual

2002–2012: Anggota Komite Tetap Politbiro Komite Sentral PKT, Sekretaris Pertama Sekretariat Sentral Partai Komunis Tiongkok, dan kepala Departemen Propaganda Komite Sentral PKT

2012–2017: Anggota Komite Tetap Politbiro Komite Sentral PKT, Sekretaris Pertama Sekretariat Sentral Partai Komunis Tiongkok, kepala Departemen Propaganda Komite Sentral PKT dan Ketua Komisi Bimbingan Sentral PKT untuk Membangun Peradaban Spiritual

Setelah Jiang Zemin dan PKT meluncurkan penganiayaan terhadap Falun Gong pada Juli 1999, Liu Yunshan aktif berpartisipasi dalam penganiayaan. Sebagai kepala departemen propaganda PKT, dia melakukan penghasutan yang mengakibatkan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia para praktisi Falun Gong dan juga terhadap kebebasan berkeyakinan yang mereka miliki, membuat mereka disiksa, ditahan berkepanjangan tanpa tuduhan, hilang dengan penculikan, dan penolakan terang-terangan lainnya atas hak untuk hidup, kebebasan, dan keamanan.

Pada Juni 1999, Liu Yunshan ditugaskan untuk melakukan propaganda anti-Falun Gong dalam Kelompok Pimpinan PKT untuk Menangani Masalah Falun Gong, yang didirikan oleh Jiang Zemin dengan tujuan untuk menganiaya Falun Gong. Kantor ini terkenal untuk Mencegah dan Menangani Masalah Kultus (Kantor 610). Liu juga menjabat sebagai wakil direktur Departemen Propaganda PKT. Karena keterlibatan aktifnya dalam penganiayaan terhadap Falun Gong, Liu dipromosikan menjadi direktur Departemen Propaganda pada tahun 2002 dan tetap dalam posisi itu selama 10 tahun hingga akhir 2012.

Pada 2012, dia lebih jauh dipromosikan menjadi anggota Komite Tetap Politbiro yang bertanggung jawab atas propaganda. Selama tahun-tahun tersebut, sebagai akibat dari peran utama Liu dalam propaganda penindasan terhadap Falun Gong, penganiayaan terhadap Falun Gong di daratan Tiongkok berada pada tingkat yang paling parah. Tidak terhitung jumlah praktisi Falun Gong yang ditahan secara tidak sah dan dipenjara, disiksa, serta dijatuhi hukuman. Banyak yang menderita luka kritis dan cacat. Sejumlah besar praktisi Falun Gong terbunuh lewat pengambilan organ hidup-hidup.

  1. Zhao Fei (赵 飞):

Selama masa jabatannya sebagai Kepala Biro Keamanan Publik Kota Wuhan (Provinsi Hubei) dan Wakil Sekretaris Komite Urusan Politik dan Hukum (PLAC) dari Komite PKT Wuhan, dari September 2011 hingga Juli 2014, Zhao Fei bertanggung jawab atas setidaknya tiga penangkapan besar-besaran para praktisi Falun Gong di Kota Wuhan, Provinsi Hubei. Selain itu, sebagai kepala polisi Kota Wuhan, dia bertanggung jawab atas pemenjaraan lebih dari 30 praktisi Falun Gong dan kematian lebih dari 10 praktisi sebagai akibat dari penyiksaan.

  1. Feng Zheng (冯 征):

Feng adalah Sekretaris Partai dan Direktur Administrasi Penjara Provinsi Shanxi yang menjabat antara Juni 2003 dan Mei 2011. Selama tahun-tahun ini, setidaknya lima praktisi kehilangan nyawa di Penjara Jinzhong dan Penjara Wanita Shanxi sebagai akibat dari penganiayaan intensif.

  1. Liu Hong (刘宏):

Sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PLAC Provinsi Liaoning dan Direktur Kantor 610 Provinsi Liaoning antara tahun 2011 dan 2017, Liu Hong bertanggung jawab atas penahanan, penyiksaan, dan kematian para praktisi Falun Gong, selama masa jabatannya di Provinsi Liaoning.

  1. Shan Chengfan (单 成 繁):

Shan adalah Sekretaris Partai dan Direktur Administrasi Penjara Provinsi Liaoning antara Februari 2012 dan Januari 2016. Liaoning adalah salah satu provinsi di mana para praktisi dianiaya paling banyak di penjara dan di kamp kerja paksa, seperti Penjara Wanita Liaoning dan Kamp Kerja Paksa Masanjia. Sejak Februari 2012, hampir 20 praktisi Falun Gong yang ditahan di Provinsi Liaoning telah kehilangan nyawa mereka, dan ada juga praktisi yang menjadi cacat atau gila.

  1. Huang Jiefu (黄洁夫):

Huang menjabat sebagai direktur Komite Donasi dan Transplantasi Organ Tiongkok, Wakil Direktur Komite Perawatan Kesehatan Pusat. Dia adalah mantan wakil menteri dari Kementerian Kesehatan Tiongkok; direktur Komite Aplikasi Klinik Teknis (OTC) dari Transplantasi Organ Manusia Tiongkok (Juli 2006); direktur Komite Donasi Organ Manusia Tiongkok (CODC) (2008); juga menjadi direktur kehormatan Departemen Transplantasi Organ, Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Sun Yat-sen; dan direktur Bedah Hati di Rumah Sakit Peking Union Medical College.

Huang adalah organisator utama pengambilan organ praktisi Falun Gong di Sistem Kesehatan Partai Komunis Tiongkok. Di rumah sakit tempat dia bertugas, jumlah transplantasi yang terjadi sangat besar, dan banyak dokter langsung mengakui bahwa mereka menggunakan organ dari para praktisi Falun Gong.

Dia juga secara pribadi terlibat dalam sejumlah besar transplantasi organ. Sebagai contoh, pada tahun 2012, dia menyatakan bahwa dia secara pribadi telah melakukan lebih dari 500 transplantasi hati dalam satu tahun. Pada 28 September 2005, Huang Jiefu melakukan operasi transplantasi hati dan diduga menggunakan tiga orang yang masih hidup sebagai sumber hati cadangan. Dia adalah salah satu penjahat utama yang terlibat dalam pengambilan organ skala besar yang dilakukan oleh PKT dari para praktisi Falun Gong.

  1. Zheng Shusen (郑树森):

Zheng adalah wakil ketua dan kemudian ketua cabang Asosiasi Anti-Kultus Tiongkok di Provinsi Zhejiang antara tahun 2007 dan 2017. Dia bertanggung jawab untuk memproduksi dan menyebarkan propaganda fitnahan terhadap Falun Gong, baik di dalam Tiongkok maupun di luar negeri. Selain melakukan transplantasi organ sendiri, di Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Zhejiang, tempat dia bertugas. Organisasi Pengadaan Organ-Tiongkok, OPO-Tiongkok, yang dia pimpin juga terlibat dalam pengambilan organ secara paksa.

  1. Shen Zhongyang (沈中阳):

Shen adalah direktur Pusat Transplantasi Organ di Rumah Sakit Pusat Pertama Tianjin, serta presiden rumah sakit. Media berita di Tiongkok melaporkan Shen dan timnya telah melakukan hampir 10.000 transplantasi hati pada Desember 2014, sementara survei dari Organisasi Dunia untuk Menyelidiki Penganiayaan terhadap Falun Gong (WOIPFG) menunjukkan lebih dari 5.000 transplantasi per tahun telah terjadi sejak tahun 2006.

  1. Chen Xinguo (陈新国):

Chen adalah wakil direktur Institut Transplantasi Bedah Transplantasi Hati di Rumah Sakit Umum Polisi Bersenjata Beijing. Gelar-gelar lainnya adalah: panitia anggota Komite Profesional Transplantasi Organ Asosiasi Medis Beijing, anggota komite Dewan Ahli Transplantasi Organ dari Asosiasi Dokter Beijing, anggota panitia tetap Panitia Profesional Transplantasi Organ dari Asosiasi Rumah Sakit Intensif Penelitian Tiongkok, dan anggota komite dari Komite Profesional Resusitasi Kardiopulmoner dari Asosiasi Rumah Sakit Intensif Penelitian Tiongkok.

Sejak Februari 2002, Chen telah terlibat dalam transplantasi hati klinis di bawah instruksi Shen Zhongyang. Selama hampir 6 tahun, dia berpartisipasi dalam lebih dari 800 operasi transplantasi hati, di antaranya lebih dari 30 kasus adalah transplantasi dari donor hidup. Dia secara independen menyelesaikan lebih dari 300 kasus pengambilan organ, dan lebih dari 300 kasus operasi transplantasi hati.

Dia juga berpartisipasi dalam sejumlah operasi yang sangat sulit, termasuk transplantasi hati domino pertama Tiongkok, gabungan transplantasi hati-ginjal, transplantasi hati ketiga kalinya, transplantasi hati pertengahan kehamilan, transplantasi hati untuk pasien yang paling tua di Tiongkok, dan transplantasi hati donor hidup tanpa transfusi, dari sejak pertama terlibat dalam transplantasi hati di tahun 2002.

  1. Peng Zhihai (彭志海):

Peng adalah wakil direktur Divisi Transplantasi Organ dari Asosiasi Dokter Medis Tiongkok (CMDA). Dia dikatakan telah melakukan lebih dari 5.000 transplantasi hati, mencapai lebih dari 400 transplantasi per tahun selama beberapa tahun terakhir.

  1. Liu Xuepu (刘 学 普):

Liu adalah sekretaris Partai PLAC Kota Chongqing antara Juni 2012 dan Mei 2017. Menurut informasi terbatas yang diperoleh Minghui, pada tahun 2015 saja, 335 praktisi Chongqing ditangkap, dengan 50 diadili dan 19 hilang atau dipaksa untuk menjauh dari rumah.

  1. Teng Xiaoguang (滕晓光):

Teng adalah direktur Administrasi Penjara Provinsi Heilongjiang serta wakil kepala Departemen Kehakiman Heilongjiang antara Juni 2010 dan Juli 2015. Lebih dari 10 praktisi meninggal karena disiksa pada waktu itu.

  1. Jiang Chun (蒋春):

Jiang adalah wakil komisaris politik Penjara Wanita Wuhan, Provinsi Hubei, antara 1999 dan November 2015. Dia menjadi komisaris politik Penjara Hankou pada Desember 2015. Lebih dari 40 praktisi Falun Gong “berubah” karena tekanan darinya. Dia juga menerbitkan lebih dari 10 makalah tentang cara mengubah praktisi.

  1. Qu Shen (屈申):

Qu adalah mantan anggota staf dan kemudian wakil direktur Kantor 610 Distrik Jianghan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei. Dia juga bertanggung jawab atas Pusat Pencucian Otak Jianghan. Lebih dari 1.000 praktisi telah ditahan di pusat tersebut, dan setidaknya 17 dari mereka kehilangan nyawa karena penyiksaan.

  1. Jia Fujun (贾福军):

Jia diangkat sebagai direktur Penjara Wanita Liaoning pada Januari 2014 dan sejak itu berada di posisi tersebut. Sebelumnya dia adalah direktur kantor Administrasi Penjara Liaoning. Hampir 640 praktisi Falun Gong ditahan di penjara pada tahun 2006 saja dan 36 praktisi telah meninggal pada 2015 karena penyiksaan yang terjadi dalam penjara ini.

  1. Li Chao (李超):

Li Chao adalah wakil walikota Kota Chaoyang, Provinsi Liaoning, dan direktur serta sekretaris Partai dari Biro Keamanan Publik Kota Chaoyang dari Mei 2013 hingga Juli 2016. Setelah dia menjabat di posisi tersebut, ada perubahan drastis dalam perlakuan polisi kota terhadap para penduduk lokal yang berlatih Falun Gong serta upaya-upaya untuk menahan mereka. Ada beberapa putaran penangkapan massal setelah Li menyerukan kepada personil keamanan setempat di mana dia mendesak polisi untuk meningkatkan upaya untuk menganiaya Falun Gong.

  1. Sun Yongbo (孙永波):

Sun adalah sekretaris Partai dari Biro Keamanan Publik Provinsi Heilongjiang antara Juni 2008 dan Mei 2016. Dia juga pernah menjadi wakil direktur Tim Kepemimpinan 610 Provinsi Heilongjiang sejak Juni 2008. Setidaknya 67 praktisi telah meninggal di Provinsi Heilongjiang sebagai akibat dari penyiksaan selama periode waktu ini.

  1. Zhang Guojun (张国钧):

Zhang adalah direktur Kantor 610 Provinsi Hebei antara Juni 1999 dan Juli 2005. Dia dengan cermat mengikuti kebijakan penganiayaan, dan 379 praktisi telah meninggal pada November 2005, menjadikan Hebei sebagai salah satu provinsi di Tiongkok dengan kematian praktisi Falun Gong terbanyak.

  1. Yang Bo (杨波):

Yang adalah seorang perwira, yang saat itu menjadi instruktur politik di Kamp Kerja Paksa Suihua. Dia kemudian dipromosikan dan bekerja di Administrasi Rehabilitasi-Melalui-Tenaga Kerja Heilongjiang antara Desember 2003 dan Agustus 2004. Sejak September 2004, dia telah bekerja sebagai wakil direktur Biro Keamanan Domestik Heilongjiang. Media berita Tiongkok melaporkan bahwa Yang telah mengubah lebih dari 100 praktisi Falun Gong dalam tiga tahun. Selama masa jabatannya di kamp kerja paksa, Yang juga menggunakan metode parah untuk menyiksa para praktisi Falun Gong yang ditahan di sana.

  1. Jiang Tieliang (姜铁良):

Sejak Kelompok Jiang Zemin mulai menindas Falun Gong pada Juli 1999, Kejaksaan Agung Rakyat dan Mahkamah Agung Rakyat Tiongkok telah mencoba yang terbaik untuk mengikuti instruksi Jiang Zemin.

Tindakan dari kelompok-kelompok ini termasuk menangkap secara ilegal para praktisi Falun Gong tanpa surat perintah, menghukum mereka tanpa prosedur hukum yang tepat, dan bahkan seringkali tanpa proses pengadilan. Akibatnya, banyak praktisi Falun Gong yang tidak bersalah telah dihukum secara ilegal, “dididik kembali” melalui kerja paksa, dan bahkan dianiaya hingga mati selama 20 tahun terakhir. Sebagai pelaksana hukum yang telah melakukan penganiayaan semacam itu, seseorang harus bertanggung jawab penuh atas komitmennya.

Salah satu yang utama di antara tindakan-tindakan itu, yaitu pada 17 Agustus 2001, Pengadilan Distrik Dongcheng Beijing secara ilegal mengadili 25 praktisi Falun Gong yang memajang spanduk sepanjang 99 meter yang menampilkan pesan “Falun Dafa Baik” serta 18 puisi “Hong Yin” di Lapangan Tiananmen pada tanggal 31 Desember 2000.

Hakim ketua pengadilan tersebut adalah Jiang Tieliang, seorang hakim Pengadilan Distrik Dongcheng, yang menghukum kesemua 25 praktisi itu ke penjara dengan hukuman berkisar antara 3,5 hingga 10 tahun.

Tentang Falun Dafa

Falun Dafa, juga dikenal sebagai Falun Gong, adalah sebuah latihan spiritual Tiongkok kuno yang dibawa ke publik oleh Mr. Li Hongzhi di Tiongkok dan diajarkan secara gratis. Latihan ini terdiri dari latihan gerakan yang lembut, meditasi dan pengajaran moralitas yang berdasarkan prinsip-prinsip sejati, baik dan sabar.

Apa yang dibawa oleh Falun Dafa, adalah nilai-nilai luhur yang telah ada dalam kebudayaan tradisional Tiongkok kuno 5.000 tahun (sebelum negara Tiongkok menjadi negara komunis).

Latihan ini dianggap sesat oleh Komunis Tiongkok karena mengajarkan nilai-nilai yang bertentangan dengan komunisme.

Sebetulnya hingga saat ini, Falun Gong tidak pernah secara resmi dilarang, karena tidak ada satupun Undang-Undang hukum resmi di negara Tiongkok yang dilanggar oleh Falun Gong, dan pemerintah Tiongkok sendiri tidak pernah mengeluarkan keputusan ataupun aturan resmi yang terang-terangan dan dengan tegas melarang Falun Gong.

Sebelum 1999, ada sekitar 70 hingga 100 juta orang praktisi Falun Dafa di Tiongkok, menurut Pusat Informasi Falun Dafa.

Rezim komunis Tiongkok mulai memfitnah dan menganiaya Falun Gong pada 20 Juli 1999, dan penganiayaan telah terus dan sedang berlangsung sampai hari ini, 20 tahun lebih sejak penganiayaan tersebut dimulai.

Informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi faluninfo.net.

Sumber: TheBL

Video Rekomendasi

Bagaimana Partai Komunis Tiongkok Melarikan Diri dari Tanggung Jawab Atas Pembunuhan Terhadap Jutaan Orang

Beginilah Partai Komunis Tiongkok melarikan diri dari tanggung jawab atas semua pembunuhan yang pernah dilakukannya

Harian BLさんの投稿 2019年4月16日火曜日

Share

VIDEO POPULAR