Bldaily.id. Tiongkok telah secara terus menerus menyangkal, bahwa mereka telah mengambil organ dari para praktisi Falun Gong serta beberapa kelompok lain. Sekitar 4.316 orang telah dikonfirmasi meninggal (pada 11 Agustus 2019) akibat pengambilan organ paksa yang dilakukan oleh negara, namun jumlah korban sebenarnya belum dapat dikonfirmasi dan diyakini adalah jauh lebih tinggi, menurut peneliti independen.

Pengadilan Independen terhadap Tiongkok yang didirikan untuk menetapkan peran Partai Komunis Tiongkok dalam kasus pengambilan organ, telah menyimpulkan bahwa Komunis Tiongkok memang benar telah melakukan tindakan penyiksaan keji terhadap para tahanan yang ditahan secara ilegal.

Kelompok yang menjadi sasaran penganiayaan antara lain adalah para praktisi Falun Gong, Muslim Uyghur, dan kaum Buddhis Tibet. Selain mengalami penganiayaan, mereka juga menjadi sasaran pengambilan organ hidup-hidup, dan dimana mereka dibunuh dalam proses tersebut.

Pengambilan Organ di Tiongkok

Dalam mengeluarkan penilaian mereka, Pengadilan Independen ini menyimpulkan bahwa: “Pengambilan organ secara paksa telah dilakukan selama bertahun-tahun di seluruh wilayah Tiongkok dalam skala yang signifikan, dan bahwa para praktisi Falun Gong telah menjadi salah satu – dan mungkin sumber utama – dari pasokan organ.

Penganiayaan yang dilakukan bersamaan dengan pengujian medis terhadap kaum Muslim Uyghur terjadi pada waktu yang lebih baru, dan adalah mungkin bahwa bukti pengambilan organ secara paksa yang dilakukan pada kelompok ini dapat muncul pada waktunya. Pengadilan tidak memiliki bukti bahwa infrastruktur signifikan yang terkait dengan industri transplantasi di Tiongkok telah dibongkar.”

Yang dilakukan oleh pengadilan independen ini adalah analisis independen pertama di dunia tentang sistem transplantasi organ paksa Tiongkok. Pengadilan ini terdiri dari tujuh anggota dan diketuai oleh Sir Geoffrey Nice QC, yang sebelumnya memimpin penuntutan mantan Presiden Yugoslavia Slobodan Milošević atas tuduhan kejahatan perang di Pengadilan Kejahatan Internasional untuk bekas Yugoslavia (ICTY). Panel mempertimbangkan kesaksian lebih dari 50 saksi yang diberikan dalam dua dengar pendapat terpisah untuk memutuskan bahwa kejahatan terhadap kemanusiaan sedang dilakukan oleh negara Tiongkok tanpa keraguan.

Menurut Nice, Pengadilan memperhatikan bahwa waktu tunggu transplantasi organ di Tiongkok adalah sangat singkat. Bahkan, itu sangat singkat sampai tidak mungkin dilakukan di bawah sistem donasi organ sukarela yang biasa. Sebuah studi tentang infrastruktur 146 rumah sakit Tiongkok menunjukkan bahwa sekitar 60.000 hingga 90.000 transplantasi organ dilakukan setiap tahun, yang jauh lebih tinggi daripada angka resmi yang dilaporkan oleh Tiongkok, yaitu hanya ada 10.000 hingga 20.000 transplantasi.

Orang-orang yang selamat dari kamp kerja paksa dan penjara juga bersaksi bahwa beberapa tes medis dilakukan selama mereka ditahan. Menurut Pengadilan independen, tes ini konsisten dengan yang biasanya dilakukan dalam tes untuk donasi organ.

Pengadilan independen memperhatikan bahwa waktu tunggu transplantasi organ di Tiongkok sangat singkat sehingga tidak mungkin dilakukan di bawah sistem donasi organ sukarela yang biasa. (Kredit gambar: Screenshot / YouTube)

Seorang mantan ahli bedah, Enver Tohti, bersaksi bahwa dia pernah ditugaskan untuk mengeluarkan dua ginjal dan hati dari seorang tahanan yang dihukum mati. Korban awalnya ditembak, tetapi masih hidup, dan korban itu menolak upaya dokter untuk mengoperasinya. Tohti mengakui bahwa tindakannya telah menghantuinya sejak saat itu.

Pengadilan berusaha menghubungi perwakilan pemerintah komunis Tiongkok untuk membahas masalah ini, tetapi tidak mendapat tanggapan. Setelah putusan pengadilan, beberapa organisasi hak asasi manusia telah meminta komunitas internasional untuk mengambil tindakan segera terhadap pemerintah komunis Tiongkok.

“Bukan lagi pertanyaan mengenai apakah pengambilan organ di Tiongkok sedang terjadi, dialog mengenai pertanyaan itu sudah selesai dan benar-benar berakhir. Kita membutuhkan tanggapan mendesak segera, untuk menyelamatkan nyawa orang-orang ini … Untuk itu, kita harus meminta Tiongkok untuk mempertanggungjawabkan kejahatannya terhadap kemanusiaan, segera menghentikan semua kerjasama terkait transplantasi dengan Tiongkok, dan mencegah warga negara kita sendiri untuk berpartisipasi dalam wisata transplantasi ke Tiongkok,” Kata Susie Hughes, direktur eksekutif dari Koalisi Internasional untuk Mengakhiri Penyalahgunaan Transplantasi di Tiongkok (ETAC), dalam sebuah pernyataan (The Epoch Times).

Tindakan Amerika Serikat

Pada bulan Maret, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat merilis Laporan Negara tahunan mengenai Praktek Hak Asasi Manusia, menunjuk Tiongkok sebagai biang kerok pelanggaran HAM terbesar di dunia. Laporan tersebut secara jelas menyebutkan mengenai praktik pengambilan organ di Tiongkok.

Kembali pada tahun 2016, Dewan Perwakilan Rakyat AS mengeluarkan Resolusi 343, yang menuntut agar pemerintah AS melarang penerbitan visa bagi warga negara Tiongkok yang terlibat dalam tindakan pengambilan organ tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang dilakukan.

Pada 2016, Dewan Perwakilan Rakyat AS mengeluarkan Resolusi 343 yang menuntut pelarangan pemberian visa kepada warga negara Tiongkok yang terlibat dalam praktek pengambilan organ. (Gambar: Screenshot / YouTube)

“Penyelidikan belum dilakukan. Tetapi ketika Departemen Luar Negeri sendiri mengatakan bahwa ada masalah serius di sini, sulit bagi mereka untuk mengatakan bahwa mereka tidak akan melakukan penyelidikan. Laporan Departemen Luar Negeri tahun ini mungkin merupakan awal dari penyelidikan tersebut. Paling tidak, itu menambah pengaruh permintaan Kongres untuk menuntut dilakukannya penyelidikan, ”Kata David Matas, seorang pengacara hak asasi manusia internasional, kepada The Epoch Times.

Praktek pengambilan organ yang dilakukan oleh Tiongkok, yang dimulai dengan pengambilan organ terhadap para praktisi Falun Gong, kini telah menyebar ke kelompok religius minoritas lain seperti Muslim, Kristen, dan Buddha. Jika Amerika dan komunitas internasional tidak mengambil sikap yang tegas dalam masalah ini, maka itu akan memberikan pembiaran diam-diam untuk tindakan kriminal yang mengerikan tersebut.

Sumber: Vision Times

Video Rekomendasi

Bagaimana Partai Komunis Tiongkok Melarikan Diri dari Tanggung Jawab Atas Pembunuhan Terhadap Jutaan Orang

Beginilah Partai Komunis Tiongkok melarikan diri dari tanggung jawab atas semua pembunuhan yang pernah dilakukannya

Harian BLさんの投稿 2019年4月16日火曜日

Share

VIDEO POPULAR