Bldaily.id. Pada masa Dinasti Tang di Tiongkok Kuno, adalah seorang pria bernama Zhang Gongyi.

Pria ini pada masa hidupnya, dia bisa menanggung apa pun yang mana tak tertahankan ketika dialami oleh orang biasa.

Dia bersumpah akan menanggung 100 kali perilaku lapang dada/bersabar yang luar biasa dalam hidupnya. Dia pun setiap hari mengucapkan sumpahnya.

Jadi, orang memanggilnya Zhang Bairen, yang secara harfiah berarti “100 kesabaran” atau “100 prilaku sabar.”

Zhang Bairen tidak pernah berdebat dengan orang lain saat bekerja dengan mereka. Dia mematut dirinya dengan ketat tetapi sangat murah hati terhadap orang lain. Selama bertahun-tahun, ia telah menanggung 99 sikap berlapang dada yang luar biasa, dan satu lagi akan mewujudkan sumpahnya.

Suatu hari, cucu Zhang Bairen akan menikah, dan dia mengundang banyak teman untuk datang ke upacara pernikahan. Mereka menyiapkan jamuan mewah untuk para tamu. Ketika sudah hampir siang hari, seorang pengemis datang. Zhang Bairen berkata kepada orang lain, “Jangan memberinya kesulitan; beri dia makanan. Biarkan saja dia pergi setelah dia selesai makan. “

Seorang pelayan berkata bahwa pengemis itu ingin datang dan duduk bersama semua tamu.

Ketika itu, Zhang Bairen merasa bahwa permintaan itu agak aneh, tetapi dia masih menerimanya.

Mengenakan jubah biarawan yang kotor dan bau, pengemis itu datang ke kamar, dia menemui Zhang Bairen, dan berkata, “Terima kasih atas kemurahan hatimu. Hari ini adalah hari pernikahan cucu Anda, dan saya secara khusus datang untuk memberi selamat kepadanya. Tapi, saya punya permintaan lain, yaitu makan bersama tamu-tamu terhormat Anda. ”

Zhang Bairen ragu-ragu sebentar dan kemudian setuju. Dia memperkenalkan pengemis itu kepada pembawa acara, dan kemudian berkata kepada semua orang, “Hadirin sekalian, cucu saya akan menikah hari ini. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Anda semua untuk datang ke pernikahan. Orang tua ini baru saja tiba dan ingin duduk bersama kami. Tolong hormati dan sediakan tempat duduk untuknya.”

Jika seorang pengemis ingin menghadiri pernikahan cucu Anda, apakah Anda akan membiarkannya? Detail dari “Pengemis dan Karakter Jalanan,” 1516, oleh Zhou Chen. Museum Seni Cleveland. (Public domain)

Setelah menerima perlakuan seperti itu, si pengemis berkata, “Tidak. Bukan tempat duduk dengan tamu orang biasa tapi dengan tamu kehormatan. ” Zhang Bairen berkata, “Mengapa Anda bersikukuh duduk di kursi kehormatan? Kursi yang saya atur untuk Anda juga untuk orang-orang penting.”

Setelah mendengar ini, pengemis itu berkata, “Apakah kamu seorang pria dengan berjiwa besar? Kenapa Anda memiliki keinginan kuat untuk memperlakukan orang secara berbeda? Gaun yang bagus tidak mewakili karakter yang bagus. Pakaian yang buruk tidak berarti orang itu buruk karakternya. Mengapa Anda tidak memikirkannya sebelum bertindak terlalu tergesa-gesa?”

Apa yang dikatakan pengemis itu sungguh menyentuh hati Zhang Bairen. Dia pikir pengemis itu benar. “Karena aku bersumpah akan menanggung 100 hal yang tak tertahankan, mengapa hal sekecil itu menggangguku?” pikirnya.

Karena itu, dia segera meminta maaf kepada pengemis itu, dan kemudian dia menoleh ke semua tamu dan berkata, “Demi saya, tolong biarkan lelaki tua itu duduk di kursi kehormatan dan jangan khawatir tentang apa pun yang tidak pantas yang mungkin dia katakan.”

Semua orang di pernikahan setuju untuk membiarkan pengemis duduk di kursi kehormatan.

Setelah jamuan usai, semua tamu pergi, tetapi pengemis itu tetap duduk di sana tanpa ada tanda-tanda ia akan pergi. Zhang Bairen berjalan mendekat dan bertanya kepadanya, “Kakek, sekarang saya pikir Anda sudah cukup makan, dan sudah usai; bagaimana kalau tidur di sini malam ini? Hanya tidur dengan koki di dapur. Bagaimana?”

Pengemis itu berkata, “Tidak. Meski aku pengemis, jangan biarkan aku tidur di dapur. Anda harus menemukan tempat tidur yang baik untuk saya.” “Oke, tentu, Anda dapat tidur di kamar tamu kami,” jawab Zhang Bairen.

Kemudian, pengemis itu berkata, “Tidak. Saya tidak akan tidur di kamar tamu. Saya curiga kamar pengantin wanita akan menjadi tempat paling nyaman di rumah Anda, jadi saya akan tidur di sana. Minta kepada cucu Anda tidur di tempat lain.”

Pernyataan pengemis mengejutkan semua orang, dan amarah Zhang Bairen mulai muncul. Dia berkata, “Kakek, saya menghormati Anda karena Anda sudah tua, dan saya telah mencoba yang terbaik untuk memenuhi permintaan Anda, tetapi saya tidak bisa mengerti mengapa Anda membuat permintaan kasar seperti itu!”

“Aku hanya akan tidur di sana dan tidak punya motif lain. Kenapa kamu begitu membela diri? Saya harus mengatakan bahwa Anda tidak memenuhi syarat untuk memiliki nama Zhang Bairen. Ubah saja nama Anda menjadi Zhang adalah orang yang tidak bisa berprilaku 100 kesabaran, ” jawab pengemis itu.

Mendengar apa yang dikatakan pengemis itu, Zhang Bairen tidak tahu harus berbuat apa. Setelah beberapa saat, dia berkata kepada pengemis itu, “Tidak apa-apa. Saya akan membiarkan Anda tidur di kamar pengantin wanita, tetapi saya harus meminta izin dari pengantin pria dan wanita. “

Zhang Bairen berbicara dengan seluruh keluarga. Cucu itu berkata, “Tidak. Ini penghinaan! Benar-benar tidak bisa.”

Anggota keluarga yang lain semua setuju bahwa pengemis itu meminta terlalu banyak: “Bagaimana jika berita itu menyebar? Nama kita akan hancur! ”

Zhang Bairen dengan cepat mencoba membujuk semua orang: “Saya tahu dia tidak seperti pengemis normal, dan usianya sudah sangat tua. Saya tidak berpikir dia akan melakukan sesuatu yang tidak pantas untuk pengantin wanita. Selain itu, dia sudah bersumpah selama dia bisa tidur di kamar pengantin wanita, dia tidak akan melakukan apa pun selain tidur. Saya akan mengatur beberapa penjaga untuk berdiri di luar ruangan. Jika ada suara di ruangan itu, wahai istri cucuku, Anda hanya berteriak dan kita semua akan masuk untuk menyelamatkan Anda. ”

Setelah istri cucunya Zhang Bairen mendengarnya, Dia berpikir apa yang dikatakannya masuk akal: “Kakek telah begitu murah hati sepanjang hidupnya sehingga dia dihormati sebagai orang yang memiliki karakter tinggi, dan juga dia sangat pandai mendisiplinkan anggota keluarganya. Kami, sebagai cucu, harus mewarisi kebajikan-kebajikan ini. Bagaimana kalau kita menyetujui permintaannya untuk memenuhi keseratus tindakan bersabar yang luar biasa?” Setelah beberapa saat, seluruh keluarga mencapai kesepakatan.

Zhang Bairen pergi ke ruang tamu untuk meminta pengemis pergi ke kamar pengantin wanita untuk beristirahat. Pengemis itu hanya tersenyum dan mengikuti Zhang Bairen ke kamar pengantin wanita. Begitu dia berbaring, dia tertidur. Malam Itu sangat hening sepanjang malam.

Saat fajar, Zhang Bairen dan yang lainnya berkumpul di luar kamar pengantin wanita, menunggunya. Pengantin wanita sudah menunggu mereka di dalam ruangan. Dia membuka pintu dan mengatakan kepada mereka, “Saya sangat takut tadi malam, saya tidak tidur sama sekali dan duduk di tempat tidur sepanjang malam.”

Mereka semua memandang ke tempat tidur dan melihat bahwa pengemis itu masih tertidur lelap. Zhang Bairen memanggilnya beberapa kali, tetapi dia tidak menanggapi.

Zhang Bairen mengulurkan tangan dan menarik selimutnya. Sungguh mengejutkan, pengemis tua itu tak ada sama sekali! Tapi hanya ada patung emas yang bersinar sebesar orang. Ketika dia melihat lebih dekat, dia melihat bahwa itu tampak seperti Dewa Venus Taibai dan menyerupai patung yang disembah di kuil setempat. Ada syair yang terukir di tubuhnya,:

Bekerja dengan rajin, Anda tidak akan memiliki masalah dalam keberadaan kehidupan ini. Selalu ada keharmonisan di Aula 100 perbuatan kesabaran.

Akhirnya, Zhang Bairen menyadari bahwa pengemis itu adalah Venus Taibai, yang datang untuk menguji dirinya.

Akhirnya kejadian ini pun menyebar ke seluruh daerah dan sekitarnya. Semua orang mengagumi Zhang Bairen dan pada saat yang sama merasakan kebesaran belas kasih Tuhan.

Mereka mengerti bahwa apa pun yang dilakukan orang di dunia dicatat dan pasti akan dibayar dengan kebaikan atau kejahatan.

Zhang Bairen bahkan lebih dihormati oleh semua orang, dan ceritanya mengingatkan generasi yang akan datang bahwa menanggung apa pun yang tampaknya tak tertahankan dapat mendatangkan kepada mereka kebahagiaan selamanya.

Sumber: erabaru.net

Share

VIDEO POPULAR