Oleh: Dr. Spesialis Penyakit Dalam dan DR. PTT Huang Yuanfu

Menurut PengobatanTradisionalTiongkok (PTT), proses perkembangan penyakit adalah: Terlebih dulu terjadi “penyakit (yang ada di dalam saluran) Qi”, lalu disusul “penyakit (yang ada di dalam saluran) darah”.

Dalam kitab kuno “Huang Di Nei Jing” disebutkan: “Penyakit yang bergerak (tidak terdeteksi oleh pancaindera pada umumnya)” adalah penyakit karena Qiyakni, energy pada organ mengalami perubahan; sedangkan “penyakit yang muncul (berwujud)” adalah darah dan organ telah mengalami masalah.

Penyakit Qi muncul lebih awal dari pada penyakit darah, jadi diagnosa dengan PTT dapat lebih awal mendeteksi masalah pada Qi (energi), bisa segera disembuhkan dengan herbal PTT atau dengan metode akupunktur.

Sedangkan pemeriksaan darah pada PBM (Pengobatan Barat Modern) lebih lambat menemukan masalah, dan pada saat itu biasanya penyakit telah mencapai stadium menengah menjelang akhir.

Asal Muasal dan Karakteristik PTT dan PBM Tidak Sama

Dalam PTT dibicarakan banyak unsur tak berbentuk, termasuk Qi (dibaca: ji = energy vital, 氣), Shen (jiwa primer, 神), Hun (dibaca: huen, roh yang bersifat Yang, 魂), Po (dibaca: bo, roh yang bersifat Yin, 魄), karena tidak berbentuk maka tidak bisa diteliti dengan metode ilmiah modern.

Mungkin ada yang bertanya, “Mengapa pada Kitab PTT ‘Huang Di Nei Jing’ yang telah berusia 5000 tahun telah ditemukan adanya Qi, Shen, Hun dan Po, sedangkan ilmu kedokteran modern tidak bisa menelitinya?”

Hal ini terkait dengan perbedaan antara asal muasal dan karakteristik antara PTT dengan PBM (Pengobatan Barat Modern).

Ilmu Kedokteran Barat modern berawal dari abad ke-17, yang memiliki karakteristik “ilmu medis empiris” (evidence-based medicine), setiap teori kedokteran harus memiliki bukti ilmiah (percobaan pada hewan maupun uji klinis), seperti tekanan darah tinggi sebanyak 90%-95% pasien termasuk dalam kategori “hipertensi primer.”

Sedangkan 5%-10% lainnya termasuk dalam kategori “hipertensi sekunder”, maka harus dilakukan uji klinis untuk menopang teori kedokteran ini, disinilah letak spirit kedokteran Barat modern yang paling penting.

Dibandingkan dengan kedokteran Barat modern ini, ilmu kedokteran Barat klasik merupakan “ilmu kedokteran warisan Dewata”. Hippocrates dijuluki sebagai “bapak kedokteran Barat”, dan merupakan seorang dokter Yunani kuno sekitar 2400 tahun silam.

Dalam buku “Hippocrates Oath” tercatat bahwa Hippocrates bersumpah pada “Dewa Medis” yakni Apollo: “Dewa Medis Apollo, Asclepius dan para Dewa di langit dan di bumi menjadi saksi, aku Hippocrates bersumpah: aku bersedia menaati sumpah ini dengan segenap kemampuanku.”

5000 tahun silam “Huang Di Nei Jing (The Inner Cannon of Yellow Emperor)” juga merupakan ‘ilmu medis warisan Dewata’.

Dalam “Huang Di Nei Jing” disebutkan ‘JalanMedis’: “Ini adalah rahasia sang Pencipta yang diwariskan oleh Guru Leluhur.”

Tuhan dalam ajaran Agama Timur Taoisme adalah Dewata, yang dihormati dengan sebutan “Yu Huang Da Di (dibaca: yühuang ta ti = KaisarGiok Yang Agung).

Huang Di (dibaca: huangti = Kaisar Huang / the Yellow Emperor) mengajarkan ‘Jalan Medis (Yi Dao)’ kepada Lei Gong, dengan harus menjalankan ritual “sumpah menyayat lengan (hingga) meneteskan darah.”

Huang Di dalam doanya mengatakan: “Hari ini cuaca cerah, mengajarkan ilmu ini dengan meneteskan darah, barang siapa yang berani melanggar sumpah, akan menerima ganjarannya.”

Huang Di membawa muridnya Lei Gong menyayat lengan meneteskan darah untuk diambil sumpahnya, jika berani melanggar, akan dihukum oleh Langit.

“Jalan Medis” dari Huang Di yang diwariskan pada muridnya antara lain ada“tabib dewa” BianQue (dibaca: PiènJüé, di zamanPeriodeChunqiu / Musim Semi & Gugur, 2400 tahun silam) dan HuaTuo (di zaman Dinasti Han Timur, 1800 tahun silam).

Mereka memiliki kemampuan melihat tembus ke dalam tubuh manusia, mampu melakukan operasi membedah perut untuk membersihkan usus dan membedah dada untuk membersihkan sum-sum.

Sejak zaman Dinasti Sui (abad ke 6 – 7) dan Dinasti Tang (abad ke 6 – 10), pemerintah mendirikan Institut Kedokteran Negara (Tai Yi Shu) yang mengajarkan “Huang Di Nei Jing” dan berbagai kitab kedokteran lainnya, itulah masa paling jaya dalam ilmu kedokteran Tiongkok kuno.

Para praktisi medis PTT setelahabadke 6 (Dinasti Sui) itu sangat respek terhadap kitab “Huang Di Nei Jing” ini sebagai kitab suci kedokteran, merupakan kitab yang sangat agung, dengan selalu berpedoman pada prinsip pengobatannya dan menyebarkannya, tanpa berani mengubahnya sedikit pun.

Kesimpulan

Ilmu kedokteran arus utama saat ini adalah ilmu Pengobatan Barat Modern (PBM), beberapa decade terakhir ini ilmu PBM memang mengalami perkembangan pesat, seperti dalam hal obat-obatan, vaksin, teknik operasi, perlengkapan medis di ruang ICU dan lain-lain.

Namun PBM juga menghadapi suatu hambatan yang sangat besar, seperti hipertensi, diabetes, insomnia, depresi dan berbagai penyakit lainnya yang tidak bisa diobati sampai ke akarnya, mungkin masalahnya terletak pada PBM hanya meneliti “intisari” yang memiliki wujud, dan belum mampu meneliti yang tak berwujud seperti “Qi” dan juga “Shen”.

PTT bersumber dari “Huang Di Nei Jing” 5000 tahun silam, masa kejayaannya telah berlalu, di saat ini PTT (terutama di daratan Tiongkok) berada dalam kondisi ilmu pengobatanTiongkok dan Barat dipadukan.

Karena perbedaan latar belakang waktu dan dimensi yang sangat besar, maka masyarakat modern sudah sangat sulit memahami “Huang Di Nei Jing.”

Sebenarnya nenek moyang dari ilmu kedokteran energi (Qi) adalah kitab “Huang Di Nei Jing”juga, ilmu PTT klasik yang sangat kaya dan berharga ini menantikan masyarakat modern untuk menggalinya lebih dalam lagi. (epochtimes/sud/whs/rp)

TAMAT

Share

VIDEO POPULAR