Seorang wanita pernah mengirim surat kepada penulis terkenal, Dale Breckenridge Carnegie. Surat itu menegur kesalahan tanggal ketika dia berbicara tentang Abraham Lincoln.

Bldaily.id. Surat itu berbunyi: “Jika informasi tidak cukup, Anda harus meninjau dan mengumpulkan informasi sebelum berbicara.”

Pada saat itu, Dale Carnegie adalah orang terkenal yang telah menulis banyak buku ‘bestseller.’ Pada titik ini, dia sangat marah dan merasa diancam. Karena itu, dia menggunakan nada marah untuk mengirim surat balasan kepada wanita tersebut. Pada saat itu, pesuruh sudah pulang, jadi dia menaruh surat itu di atas meja untuk dikirim keesokan harinya.

Keesokan paginya, dia membuka surat itu dan membacanya kembali, dia merasa nadanya sangat keterlaluan. Bahkan, dia berpikir bahwa kata-kata wanita itu ada benarnya dan justru berguna baginya. Jadi dia menulis ulang surat tersebut. Kali ini, dalam surat itu tidak ada unsur kemarahan, sebaliknya dia justru berterima kasih kepada wanita tersebut karena menunjukkan kesalahannya.

Setelah itu, dia berpikir: “Satu malam saja bisa membuat perubahan seperti ini, baiklah saya akan menunggu beberapa hari lagi dan melihat apa yang akan terjadi.”

Kemudian, sekali lagi dia tinggalkan surat itu di atas meja. Ketika malam tiba, dia membacanya lagi dan sekali lagi mengubah surat tersebut.

Akhirnya, saat surat itu hendak dikirim, nada dalam surat itu sudah menjadi jauh lebih sopan. Wanita itupun akhirnya menjadi salah satu teman terdekat Dale Carnegie.

Jika Dale Carnegie mengirimkan surat pertamanya, dia akan menambah satu musuh, namun karena akal pikiran logisnya, dia dapat mencegah kekeliruan dan masalah yang mungkin saja muncul.

Ketika kita marah atau emosional, kita mungkin tidak sadar bahwa apa yang kita katakan dapat menyakiti orang lain atau merusak pertemanan.

Bahkan bisa saja melakukan hal-hal yang akan sangat disesalkan oleh diri sendiri.

Kebanyakan kecelakaan di jalan disebabkan oleh sikap pengemudi yang dikuasai amarah.

Banyak pernikahan gagal disebabkan oleh suami istri yang bertengkar karena marah.

Emosi dan kemarahan yang tinggi lebih cepat mendatangkan kematian daripada kebiasaan minum alkohol, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi.

Oleh karena itu, janganlah sering marah-marah, biarkan diri Anda tenang sejenak, lihat seperti apa suasana hati Anda besok.

“Keesokan harinya, jika Anda melihat ke masa lalu, Anda akan bersyukur karena emosi tidak mempengaruhi keputusan yang Anda buat.”

Ketika Anda marah, cobalah tanyakan tiga pertanyaan ini kepada diri sendiri:
“1 Tanyakan pada diri Anda, apakah masalah ini penting dan untungkah jika marah karena hal ini?”
“2 Apa gunanya kemarahan? Bisakah memecahkan masalah?”
“3 Apa yang dapat saya lakukan untuk memecahkan masalah ataupun meredakan emosi ini?” (JP)

Sumber: thebl.com

Share

VIDEO POPULAR