Beberapa siswa saling memuji ayah mereka sendiri, namun ada satu siswa yang diam. Ketika dia berbicara semua siswa terkejut!

Bldaily.id. Beberapa siswa sedang makan di kantin, mereka mengobrol dan memuji Ayah mereka masing-masing.

Salah satu dari mereka berkata: “Ayahku adalah bos besar, dia punya sopir pribadi yang mengantarnya ke kantor. Meskipun dia sudah selesai bekerja, dia masih sibuk, karena banyak orang akan datang menemuinya. Dewan direksi sekolah kita selalu menemuinya untuk meminta bantuan.”

Seorang siswa lain berkata: “Apa yang pantas dibanggakan, Ayahku lebih luar biasa!” Dia lalu mengeluarkan kartu nama yang sangat bagus dari tas sekolahnya.

Dengan bangga dia berkata: “Ayahku adalah CEO dari sebuah perusahaan bisnis besar. Dia telah menjelajahi 36 negara dan bekerja dengan mitra dari seluruh dunia. Aku sangat bangga memiliki seorang Ayah yang begitu sukses dalam hidupnya.”

Siswa lain bahkan berkata: “Ayahku adalah seorang ahli bedah. Setiap hari harus melakukan operasi besar untuk menyelamatkan orang lain. Setiap orang sangat mengaguminya. Aku bercita-cita untuk menjadi seperti dia.”

Beberapa siswa sangat bersemangat untuk memberitahu perihal Ayah mereka, dan betapa mereka sangat bangga padanya.

Mereka memperhatikan bahwa ada satu siswa yang hanya diam selama percakapan itu.

Mereka bertanya kepadanya: “Bagaimana dengan Ayahmu? Beritahu kami!”

Siswa itu berkata dengan tenang: “Ayahku adalah seorang tukang kebun, setiap hari menanam pohon dan bunga.
Dia tidak terkenal, juga tidak punya kartu nama, tapi aku bangga padanya karena dia adalah Ayah yang baik.
“Dia sangat mencintaiku , setiap hari bermain bersamaku, selalu menasihatiku. Aku benar-benar mencintai Ayahku.”

Pada titik ini, semua orang termenung karena tidak bisa mengatakan apa-apa.

Orang-orang saat ini sering mengejar nama dan ambisi untuk bersaing satu sama lain. 

Namun, jika seorang Ayah memiliki pekerjaan yang sukses, memegang jabatan tinggi, tapi tidak memiliki waktu yang cukup untuk keluarga,

Dia tidak ingat saat istrinya ulang tahun, tidak ada waktu untuk merawat anaknya yang sakit. Maka dia bukan suami dan Ayah yang baik.

Suatu hari, dia akan menyadari bahwa dia memiliki kekayaan, tetapi telah kehilangan kasih sayang keluarga. Sesungguhnya dia telah kehilangan salah satu hal terpenting dalam hidupnya!

Kata-kata terakhir Steve Jobs sebelum dia meninggal:

“Harta kekayaan yang aku peroleh saat aku hidup, tak mungkin bisa aku bawa pergi.

Yang bisa dibawa hanyalah ingatan, kenangan indah yang pernah kita miliki dan kasih sayang yang pernah kita terima.

Itulah kekayaan yang sesungguhnya yang akan mengikuti Anda, menemani Anda, memberi kekuatan dan cahaya terang untuk menjalani kehidupan.” (KJ)

Sumber: thebl.com

Share

VIDEO POPULAR