Kebahagiaan yang melimpah, dan sedikit kesedihan, menandakan perayaan Hari Falun Dafa Sedunia di Amerika Serikat, Kanada, Eropa, Australia, dan khususnya di Tiongkok hari ini.

Bldaily.id. 13 Mei menandakan hari ketika latihan Falun Dafa, juga dikenal sebagai Falun Gong, pertama kali diperkenalkan ke publik Tiongkok pada tahun 1992, dan sejak itu, orang-orang yang berlatih latihan ini semakin dan semakin bertambah jumlahnya, hingga pada tahun 1999, diperkirakan ada sekitar 100 juta orang yang berlatih Falun Gong, di Tiongkok saja.

Orang-orang yang telah berlatih merasakan banyak manfaat, antara lain; peningkatan dalam aspek kesehatan, vitalitas, hubungan dengan orang lain yang lebih baik, kedamaian batin, dan lain-lain. Banyak orang yang dengan antusias membagikan kisah perihal bagaimana mereka pulih dari beragam masalah kesehatan, setelah mereka berlatih Falun Dafa.

Esensi dari latihan Falun Dafa adalah meditasi, gerakan latihan yang lembut, dan kemudian mempelajari buku yang mengajarkan perihal Sejati, Baik, dan Sabar.

Aspek ajaran dalam Falun Dafa, hanya berdasarkan tiga prinsip dasar, yakni sejati, baik, dan sabar. Prinsip-prinsip itu adalah prinsip dasar yang universal, dan itu adalah apa yang para praktisi Falun Dafa pelajari, latih dan praktekkan setiap hari.

Kegembiraan dan rasa syukur ada di wajah para praktisi Falun Gong, yang berasal dari, lebih dari 50 negara, yang berkumpul di waktu yang sama setiap tahunnya, untuk mengadakan pawai dan penampilan musik, juga berpose bersama dalam kelompok untuk mengucapkan “Terima kasih” kepada pendiri Falun Dafa, Tn. Li Hongzhi. Para pejabat pemerintah di seluruh dunia juga mengeluarkan pernyataan yang memuji latihan ini.

Keprihatinan pada penganiayaan yang terjadi di Tiongkok

Namun, ada aspek kesedihan, yang masih terus ada sampai hari ini. Puluhan juta praktisi Falun Dafa tidak bisa berlatih secara bebas dan terbuka di Tiongkok Daratan. Sekalipun adalah fakta, bahwa Falun Dafa mewakili nilai-nilai luhur terbaik dalam kebudayaan tradisional Tiongkok.

Pada tahun 1999, karena jumlah orang yang berlatih semakin dan semakin banyak, kepala Partai Komunis Tiongkok (PKT) saat itu, menjadi cemburu atas kepopuleran latihan Falun Dafa dan mulai menangkap para praktisinya. Itu adalah awal dari kampanye tidak masuk akal yang jahat, yang telah menyebabkan jumlah kematian yang tidak diketahui, dan telah dan sedang terus terjadi sampai hari ini.

Kampanye penganiayaan ini, telah menyebabkan kurungan penjara, penganiayaan, PHK, dikeluarkan dari sekolah, cacat, anak yatim piatu, janda, duda,kemiskinan dan juga kematian.

Mungkin hal yang paling mengejutkan sekaligus mengerikan adalah pengambilan organ paksa yang dilakukan pada para praktisi saat dalam masih keadaan hidup, agar organ tubuh mereka bisa diambil dalam keadaan segar dan kemudian dijual, dalam bisnis transplantasi organ, yang pada akhirnya mendatangkan keuntungan bagi para pejabat PKT.

Sebagai respon atas hal tersebut, sejumlah negara telah meresmikan aturan hukum resmi bagi para warga negaranya yang ingin pergi ke Tiongkok, untuk melakukan “wisata transplantasi.”

Para praktisi Falun Gong selalu menjadi kontributor kedamaian dan positif di tempat kerja mereka dan di masyarakat orang Tionghoa secara keseluruhan, meningkatkan moralitas dan menjadi teladan atas sejati, baik, dan sabar. Tuduhan Partai Komunis Tiongkok yang dijadikan alasan untuk menganiaya latihan ini, adalah sama sekali bohong.

Di antara kegiatan perayaan Hari Falun Dafa Sedunia di seluruh dunia, akan ada acara mengenang para praktisi yang telah meninggal, dan juga seruan untuk menghentikan penganiayaan di Tiongkok.

Di kota New York minggu ini, diperkirakan akan ada 8.000-10.000 orang praktisi dari berbagai negara di dunia, yang berkumpul untuk melakukan pawai dengan kegembiraan dan kekhidmatan di sepanjang jalan Manhattan, melakukan latihan bersama, dan mengadakan konferensi berbagi pengalaman.

The BL akan membahas lebih banyak mengenai latihan dan penganiayaan Falun Dafa, minggu ini. (John Nania/ PJ)

Sumber: thebl.com

Share

VIDEO POPULAR