Ada seorang pemuda miskin dari Pakistan yang imigrasi ke Amerika Serikat. Sekarang dia telah membuka sebuah restoran yang populer di Washington DC, Amerika Serikat.

Restoran itu menyediakan makanan gratis kepada orang-orang miskin dan gelandangan atau mereka yang membutuhkan bantuan.

Kazi Mannan pemilik restoran itu. Sebagai seorang Muslim Amerika, Kazi Mannan mengatakan bahwa ia hanya mendengarkan kehendak Tuhan, melayani sesamanya dengan segala sesuatu yang dimilikinya. Apa yang dia milikinya adalah makanan, dan tentu saja ada banyak hal lainnya.

Restoran yang sederhana itu bernama Sakina Halal Grill. Lokasinya hanya beberapa blok dari Gedung Putih. Sakina Halal Grill dinamai sesuai dengan nama mendiang ibunya, dan akan memberi rasa betah bagi siapa saja yang di sana. Banyak hal-hal yang tidak biasa terjadi setiap hari di restoran itu.

Kazi Mannan, menyediakan makanan gratis bagi mereka yang membutuhkan. Menurutnya  itu adalah cara dia mengikuti kredo atau Penghayatan Nilai-Nilai Islam.

“Saya tahu Tuhan sangat puas dengan semua yang saya lakukan, karena saya menggunakan ketulusan dan kemurnian hati saya untuk melakukan niat suci itu, untuk menginspirasi orang lain, tanpa mengharapkan pamrih. Saya hanya ingin membuat Tuhan bahagia,” kata Kazi Mannan, pemilik restoran Sakina Halal Grill.

Mannan mengatakan bahwa dia ingin membantu mereka yang membutuhkan, karena dia dibesarkan di Pakistan, pernah mengalami kesulitan sandang pangan.

Kata Kazi Mannan: “Ketika Anda miskin, Anda hampir tidak punya apa-apa, sementara banyak orang di dunia memiliki segala sesuatu yang tidak Anda miliki. Jadi ketika Anda memiliki kemampuan, Anda ingin bersyukur, dan ingin berbagi dengan orang lain atas Rahmat Allah itu.”

Marcello Resul selalu mengunjungi restoran itu setiap hari selama delapan bulan terakhir.

Dia seorang tunawisma.  Resul terkesan dengan kebaikan Mannan.  

Resul mengatakan bahwa Mannan adalah sosok orang yang baik hati, sangat suka membantu siapa pun.

Kata Resul, “Anda tahu saya sedang mencari berkah. Perut saya menjerit kelaparan, dan tiba-tiba saja muncul keajaiban itu saat saya mencari berkah. Saya diberi kartu dan mengundang saya ke restorannya untuk makan siang. Saya benar-benar gembira dan tak sabar menanti. Sejak itu, saya selalu mengunjungi restorannya.”

Sementara tunawisma lainnya juga sering berkunjung ke restoran milik Mannan.

“Di sini bukan hanya makan siang. Saya pikir makanan yang mereka berikan cukup untuk Anda makan sepanjang hari. Makanannya enak, orangnya juga sangat baik dan ramah. Saya benar-benar ingin bekerja di sini!” kata tunawisam itu dengan gembira.

Mannan memperkirakan bahwa sejak restoran dibuka pada 2013 silam, ia telah menyediakan lebih dari 80.000 porsi makanan gratis.

Namun orang-orang yang makan di restorannya mayoritas adalah pelanggan setianya. Banyak dari mereka menyumbang makanan gratis untuk mendukung niat suci Mannan.

Geralin Nasser Evans dari Minnesota pertama kali mengujungi restoran Mannan.

Evans mengatakan, “Untuk menjadi bagian dari tujuan mulia ini, saya dan anak saya  sengaja memilih ke restoran ini untuk makan siang sebagai bentuk  dukungan atas tujuan yang hebat ini dan menjadi bagian kecil darinya.”

Apa yang dilakukan Mannan adalah untuk kebahagiaan.

Kata Mannan, “Bagi saya, menginspirasi orang lain adalah semacam kebahagiaan. Tidak peduli apa pun warna kulit, agama dan ras Anda, kita semua adalah manusia. Yang saya utamakan adalah sifat manusia, saya ingin menyatukan semua orang, ini adalah misi saya.”

Mannan  akan terus membantu semua orang yang ke restorannya. (jon/rp)

 

Share

VIDEO POPULAR