Oleh: Liu Yi

Ledakan besar terjadi di sebuah pabrik bahan kimia yang memroduksi pestisida di Tiongkok.  Laporan “Yangtze Evening Post” menyebutkan, ledakan terjadi di Pabrik Kimia Tianjiayi di Yancheng, Provinsi Jiangsu, Tiongkok.

Peristiwa terjadi pada 21 Maret 2019 sekitar pukul 14.00 waktu setempat yang mengakibatkan  korban tewas dan  luka-luka. Akibat dari ledakan itu, banyak kaca jendela rumah di wilayah pemukiman Guannan di utara Guanhe dan kaca jendela sekolah di sekitarnya hancur. Sementara itu, lusinan mobil yang diparkir di sekitar juga rusak parah.

Pihak berwenang Komunis Tiongkok mengatakan, ada enam orang dinyatakan tewas dan 30 lainnya luka serius.

Melansir media Tiongkok, CENC yakni Pusat Jaringan Gempa Tiongkok, mencatat gempa bermagnitudo 3,0 pada saat terjadinya ledakan, dengan kedalaman fokus 0 km, yang diduga disebabkan oleh gelombang kejut dari ledakan yang sangat besar.

Dari gambar dan video yang diunggah ke dunia maya, kobaran api tampak menjulang tinggi disertai asap tebal yang membentuk awan di angkasa. Sayup-sayup terdengar suara ledakan. Akibat ledakan itu, banyak orang yang terluka dan menyelamatkan diri dari tempat kejadian.

Diantara korban itu, tampak bekas darah di wajah beberapa anak-anak yang menangis histeris di tempat kejadian.

Pada 21 Maret 2019, terjadi ledakan keras di pabrik bahan kimia di Tianjiayi Chemical Co, Ltd, di Yancheng, Provinsi Jiangsu, Tiongkok. (Internet)

Laporan “Yangtze Evening Post” mengatakan bahwa dari penggalan video yang diduga berasal dari dalam pabrik yang meledak itu, banyak orang keluar dari pabrik dalam keadaan berlumuran darah di wajah mereka. Lebih dari selusin pekerja berbaring di tanah, dan beberapa diantaranya duduk di tanah menunggu bantuan.

Pemerintah daerah setempat menyebutkan, bahwa hingga pukul 7 malam waktu Beijing, dipastikan kejadian itu telah menyebabkan 6 korban tewas, 30 korban cedera serius, dan beberapa korban lainnya mengalami cedera ringan.

Namun data itu menimbulkan kontra para netizen. Mereka menyatakan, tidak mungkin hanya 6 orang yang tewas, ledakan yang begitu besar, sampai-sampai terjadi gempa yang kuat di beberapa kabupaten. Mungkinkah hanya 6 korban tewas?

Komentar netizen itu direspon pihak kepolisian di provinsi Jiangsu. Polisi memperingatkan dengan nada ancaman. “Jangan berlebihan menyebutkan jumlah korban tewas maupun luka-luka, atau polisi akan menindak tegas,” kata Polisi.

Kisah menarik seputar kejadian diceritakan oleh warga yang tinggal di Kota Lian yun-gang. Warga itu menuturkan kepada Beijing Youth Daily bahwa pada 21 Maret sore waktu setempat, saat itu dirinya  sedang membaca novel di tempat tidur. Awalnya, dia mendengar ledakan kecil, disusul ledakan yang sangat keras.

“Kaca jendela rumah di sekitar tempat tinggal kami di sini hancur, bahkan pintu rumah beberapa warga rusak akibat guncangan hebat dari ledakan itu,” katanya.

Saksi mata itu mengatakan bahwa dia melihat empat orang dilarikan ke rumah sakit karena terluka akibat goresan pecahan kaca.

Sementara saksi lain mengatakan bahwa ada sekolah dan taman kanak-kanak di dekat lokasi kejadian, suasana di sekitar pabrik kimia tempat ledakan terjadi tampak kacau, dan terdengar anak-anak menangis histeris.  

Liu jie, seorang blogger keuangan terkenal di Tiongkok mengatakan di postingannya, bahwa menurut sumber dalam, ledakan itu mungkin disebabkan oleh kesalahan operasional pekerja. Saat itu, Rumah Sakit di Kabupaten Xiangshui, Rumah Sakit (Pengobatan) Tradisional  Tiongkok dan Pusat Kesehatan Chen jia gang disesaki dengan pasien.

Banyak ragam komentar dan status netizen setempat seputar kejadian itu.

“Banyak korban luka di daerah kami, rumah-rumah di sekitar tampak hancur tak karuan. Sementara di rumah saya, telinga anak-anak rusak akibat ledakan.”

“Video yang dibagikan sesama netizen tampak mengerikan, banyak korban mengalami cedera serius!”

“Yang paling parah banyak anak-anak di sebuah sekolah dasar luka-luka akibat ledakan itu.”  (jon/rp)

Share

VIDEO POPULAR