Banyak wanita lajang yang dituntut orangtuanya untuk segera menikah. Sementara wanita itu belum berniat menikah. Akibatnya sering orang tua menanyakan terus bahkan mengomel karena anak wanitanya belum mau menikah.

Kejadian unik terkait wanita yang dituntut menikah oleh orangtuanya itu terjadi di Tiongkok.

Gegara tidak tahan omelan orangtuanya yang meminta dirinya menikah, wanita ini melakukan hal tak lazim. Dia rela merogoh kocek dalam-dalam, untuk membayar seorang pria agar mau pura-pura menikah dengannya.

Laporan Chutian Metropolis Daily pada tanggal 13 Maret 2019yang lalu, wanita bernama samaran Jane, berusia 29 tahun itu nekad membayar  saudara laki-laki temannya sebesar 4.500 dolar Amerika Serikat agar mau menjadi “suami plasu.”

Mereka menikah dan memperoleh akta nikah. Taktik itu tampaknya berhasil, sampai “suami palsunya” itu  memutuskan bahwa ia tidak akan menindaklanjuti perceraian yang mereka rencanakan.

Menurut Chutian News, kisah Jane berawal saat dia pindah sendirian ke provinsi Zhejiang di Tiongkok setelah tamat SMP. Untuk menghidupi dirinya sendiri, ia memulai bisnis pakaian.

Meskipun bisnisnya semakin maju dari hari ke hari, ia tidak berusaha untuk menjalin hubungan dengan pria untuk proyeksi menikah.

The Chutain Daily menggambarkannya sebagai seorang wanita cantik, dan tidak ada alasan untuk menunda pernikahan. Orangtuanya sangat khawatir ia belum juga menemukan pasangan.

Biasanya di Tiongkok, tugas sebagai orang tua belumlah lengkap sampai anak-anaknya melahirkan cucu untuk mereka. Untuk alasan itu, perhatian orang tua Jane terhadap kesejahteraan putri mereka mulai meningkat.

Jane pergi meninggalkan orangtuanya untuk tinggal di pantai timur Tiongkok. Saat Jane tumbuh semakin dewasa, orangtuanya semakin khawatir akan prospek memiliki cucu. Mereka semakin sering menelepon Jane, mendorongnya untuk menemukan seorang calon suami. Jadi Jane berupaya mencari seorang suami untuk dirinya.

Pada tahun 2016, Jane mengeluh kepada temannya bernama samaran Lena mengenai omelan orangtuanya itu. Lena menghiburnya dan berusaha membantunya memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Jane mengklaim bahwa pada saat itu, Lena menyarankan agar ia menemukan suami palsu.  Menurut Lena dengan begitu, Jane dapat menunjukkan akta nikah kepada orangtuanya sebagai bukti bahwa ia sudah menikah.

Lena kemudian menyarankan bahwa Jane dan suami palsu itu harus dapat mengatur diri mereka sendiri sehingga mereka tidak harus hidup bersama, dan setelah beberapa waktu, mereka diam-diam boleh bercerai.

Lena bahkan membantu Jane. Lena menyarankan agar Jane menikah dengan kakak laki-lakinya bernama samaran Leo.

Leo berusia 13 tahun lebih tua dari Jane, tampangnya tidak terlalu menarik dan memiliki sedikit kesamaan dengan Jane. Leo juga belum memiliki penghasilan yang dapat diandalkan. Sebelum saran Lena, keduanya belum pernah bertemu.

Jane dikatakan merasa jauh lebih baik menikah dengan orang asing daripada berurusan dengan omelan orang tuanya.

Untuk mewujudkan pernikahan tersebut, pertama-tama diatur kesepakatan keuangan. Jane membayar  4.500 dolar Amerika Serikat kepada Lena dan Leo atas bantuan mereka.

Jane dan Leo kemudian pergi ke biro pemerintah untuk mendapatkan akta nikah mereka. Jane bahkan mengatakan ia mengubah alamat kediaman resminya menjadi alamat rumah Leo.

Tetapi keduanya tidak akan pernah bertemu lagi setelah menerima akta nikah.

Jane kembali ke kampung halamannya untuk mengunjungi orangtuanya dengan akta nikah di tangan. Meskipun orangtuanya tidak bertemu dengan menantunya, mereka percaya pada Jane.

Setelah sekitar tiga tahun menikah, Jane memutuskan sudah waktunya untuk mengakhiri pernikahan palsu itu.

Jane mengajak  Leo, bersamanya pergi ke pengadilan untuk mengajukan gugatan cerai. Namun Leo tidak dapat ditemukan.

Ketika Jane meminta bantuan Lena, Lena selalu mengatakan “Leo sedang bekerja.” Akhirnya Lena mulai mengabaikan Jane juga.

Jane mengajukan permohonan cerai kepada pengadilan, yang akhirnya dikabulkan meski Leo tidak hadir di pengadilan. (Danil Holl/Vv/rp)

Share

VIDEO POPULAR