Forum dialog tentang kebebasan beragama “A Civil Dialogue on Securing Religious Freedom in the Indo-Pacific Region” yang diselenggarakan di Taiwan telah berakhir pada hari Selasa 12 Maret 2019.

7 Perwakilan dari kelompok Falun Gong diundang untuk berpartisipasi dalam forum. 

Perwakilan-perwakilan itu mengatakan bahwa sebagian besar peserta sangat jelas dan sangat prihatin terhadap penganiayaan brutal Partai Komunis Tiongkok terhadap Falun Gong yang memicu pembentukan dan pertumbuhan gelombang anti penganiayaan di seluruh dunia.

Duta Besar Kebebasan Beragama Amerika Serikat melalui NTDTV memberi semangat kepada praktisi Falun Gong yang dianiaya dan masyarakat yang berkeyakinan lainnya. Ia mengatakan bahwa jiwa akan bersinar karena kegigihan.

Theresa Chu, juru bicara Kelompok Pengacara HAM Falun Gong Taiwan mengatakan, “Kebanyakan dari peserta yang hadir dalam forum cukup paham dengan situasi penganiayaan yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok terhadap para praktisi Falun Gong di Tiongkok, terutama masalah pengambilan paksa organ tubuh hidup. Kami menemukan bahwa para wakil yang berpartisipasi sangat prihatin, dan bertanya bagaimana untuk menghentikannya.”

Dialog Sipil tentang Pengamanan Kebebasan Beragama di Wilayah Indo-Pasifik yang terselenggara berkat kerjasama antara Taiwan dengan Amerika Serikat tersebut juga dihadiri oleh Sam Brownback, Duta Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama Internasional.

Sam merupakan perwakilan tertinggi dari pemerintah federal Amerika Serikat yang mengunjungi Taiwan dalam 40 tahun terakhir diberlakukannya “Taiwan Relations Act.”

Ketujuh perwakilan dari kelompok Falun Gong yang hadir dalam forum, masing-masing juga menceritakan tentang fakta penganiayaan yang dialami para praktisi Falun Gong.

Jian Hongzhang, Ketua Asosiasi Falun Dafa Hongkong mengatakan, “Dari dialog selama 2 hari, kita melihat bahwa kekuatan lurus yang berasal dari komunitas internasional sedang membentuk gelombang anti penganiayaan yang dilakukan Partai Komunis Tiongkok, dan itu masih terus berkembang dengan pesat.”

Sam Brownback melalui reporter NTDTV pada 11 Maret 2019 menyampaikan ucapan penyemangat kepada para praktisi Falun Gong yang mengalami penganiayaan dan seluruh masyarakat yang berkeyakinan, berharap mereka semua dapat terus mempertahankan semangat yang tinggi. Menurutnya “jiwa akan bersinar karena kegigihan.”

Sam Brownback mengatakan, “Ada banyak ujian di bumi, tetapi jangan menyerah dan terus menjalankan keyakinan kalian. Kalian berada di sisi kebenaran, Kalian tidak salah dan berhak untuk melakukannya.”

Theresa Chu mengatakan bahwa organisasi internasional dan pemerintah telah mengakui bahwa praktisi Falun Gong di Tiongkok telah mengalami penganiayaan yang paling parah dari Partai Komunis Tiongkok. Jika itu tidak dihentikan, maka rakyat Tiongkok tidak akan memiliki hari-hari yang memiliki hak asasi manusia. Ia mengharapkan lebih banyak orang untuk bersatu untuk menentang penganiayaan.

Menurut Theresa Ch, setiap orang di dunia dapat memahami bahwa penganiayaan kejam seperti di Xinjiang, Tibet, dan Falun Gong harus terus diungkapkan kepada masyarakat dunia.

Hanya dengan pengungkapan yang terus-menerus dan persatuan yang berkelanjutan akan membentuk tekanan kuat kepada Partai Komunis Tiongkok. Hal itu membutuhkan dukungan dan tekanan dari semua pemerintahan negara Eropa dan Amerika Serikat. (sin/rp)

Share

VIDEO POPULAR