Ketika standar kehidupan orang modern menjadi semakin tinggi, maka orang akan semakin memperhatikan kesehatan. Pengetahuan tentang kesehatan umumnya juga ikut bertambah, meskipun belum tentu pengetahuan yang dikuasai itu benar adanya.

Banyak metode kesehatan yang kita jadikan pedoman sehari-hari mungkin memiliki banyak kesalahpahaman atau bahkan kekeliruan. Itu selain membuat kita tidak sehat tetapi justru bisa mencelakakan. Membukakan pintu untuk datangnya penyakit.

Mari kita lihat bersama apa saja kesalahpahaman yang ada dalam komunitas kesehatan.

  1. 20.000 Langkah Sehari, Bisa Merusak Lutut

Seorang teman yang diberitahu bahwa berjalan kaki baik untuk kesehatan, jadi dia berjalan sebanyak 10.000 hingga 20.000 langkah setiap hari. Tetapi ia tidak mengira bahwa sepekan kemudian ia terserang sinovitis sendi lutut. Dokter memberitahunya bahwa ia terlalu banyak berjalan, akibatnya sendi lutut menjadi luka.

Banyak teman meluncurkan fungsi yang disebut Olahraga WeChat, yang mencatatkan jumlah langkah berjalan setiap hari, untuk “diadu” dengan teman-teman. Jadi “Jumlah Langkah Jalan Berjemur” juga telah menjadi tren di lingkungan teman-teman, banyak orang yang berjalan kaki sampai 10.000 hingga 20.000 langkah setiap harinya.

Sebenarnya berjalan sejauh 3 hingga 5 km setiap hari bagi orang biasa dapat dikatakan sudah cukup.

Jangan berpikir bahwa banyak berjalan baik bagi kesehatan dengan tanpa peduli apakah tubuh mampu menyesuaikan.

Jangan berpikir bahwa banyak berjalan baik bagi kesehatan dengan tanpa peduli apakah tubuh mampu menyesuaikan. (Adobe Stock)
  1. Minum 8 Gelas Air Sehari, Bisa Melukai Ginjal

Sering kali kita dengar pesan dari orang tua bahwa kita harus banyak minum air, semakin banyak minum semakin baik. Sebenarnya, menurut pandangan ahli pengobatan Tiongkok kuno, 8 gelas air itu terlalu banyak bagi orang Timur, karena kualitas fisik orang Timur cenderung ‘dingin’ yang berbeda dengan orang Barat yang cenderung ‘panas’.

Dalam hal karakteristik fisik, orang Barat cenderung memiliki sifat antusias, berambut tebal, relatif tinggi, relatif temperamen, dan berat badannya.

Orang Timur berambut lebih sedikit dan berwajah halus tidak seperti orang Barat yang berwajah lebih kasar.

Oleh karena itu, perbedaan konstitusi fisik antara ‘panas’ atau plus dan ‘dingin’ atau negatif, perbedaan dalam anugerah yang diberikan oleh Tuhan dan tempat energi bumi menentukan perbedaan dalam kebiasaan hidup kita.

Oleh karena itu, air berunsur negatif, akan  bermasalah bagi orang Timur yang minum terlalu banyak air.

Sekitar 70% tubuh manusia adalah air, kebanyakan atau kekurangan air sama-sama tidak baik bagi kesehatan. (Adobe Stock)

Apa bahayanya kebanyakan minum air ?

Sekitar 70% tubuh manusia adalah air, kebanyakan atau kekurangan air sama-sama tidak baik bagi kesehatan.

Sekalipun terserang influenza atau  pilek, pengobatan Tiongkok cenderung mendiagnosis hubungannya dengan sindrom basah. Jadi tidak semua influenza cocok untuk minum banyak air.

Air itu berunsur negatif, ketika tubuh menunjukkan reaksi ‘panas’, air sangat berguna. Tetapi ketika tubuh menunjukkan reaksi ‘dingin’, minum banyak air malahan akan memperburuk penyakit.

  1. Makan Tepung Cereals, Bisa Menimbulkan Diabetes

Alasan mengapa makan biji-bijian atau cereals berkontribusi terhadap kesehatan adalah karena biji-bijian kaya akan serat makanan. Cereals meningkatkan motilitas gastrointestinal. Di sisi lain, ia juga kaya akan karbohidrat.

Namun, setelah biji-bijian digiling menjadi bubuk, serat makanan hilang, dan hanya pati dan gula yang tersisa. Karena itu, makan cereals murni lebih cepat untuk menaikkan gula darah yang tidak baik untuk tubuh.

Namun, banyak pedagang mempromosikan bubuk atau tepung pengganti makanan untuk perawatan kesehatan, dikatakan bahwa biji-bijian yang digiling menjadi bubuk lebih mudah untuk dikonsumsi, sehingga banyak konsumen suka dan bahkan mengejarnya.

Tidak peduli apakah seseorang mengidap penyakit diabetes atau tidak, pokoknya tidak dianjurkan untuk banyak makan cereals dalam bentuk  tepung.

  1. Sembarangan Mengkonsumsi Vitamin, Bisa Menimbulkan Batu Ginjal

Ada banyak jenis vitamin dengan fungsinya yang berbeda-beda. Ia tidak cuma memiliki efek khusus terhadap pengobatan kekurangan vitamin, tetapi juga memberikan perawatan tambahan untuk penyakit lainnya.

Namun beberapa orang justru melebih-lebihkan peran vitamin. Vitamin dianggap sebagai “obat serba bisa” yang jelas untuk membohongi Anda.

Apakah itu untuk manusia atau hewan, yang harus diperhatikan adalah menjaga tingkat kecukupannya, jangan sampai berlebihan karena meskipun itu berupa suplemen, mengkonsumsi banyak hanya akan membebani tubuh.

  1. Hidangan Dimakan Selagi Masih Panas, Bisa Menimbulkan Kanker Kerongkongan

“Sulit untuk makan tahu panas selagi terburu-buru”, tetapi ada sekelompok besar orang yang selalu berpikir bahwa makanan baiknya dimakan masih panas.

Betul! Keinginan mulut sudah terpenuhi, tetapi beban sistem pencernaan terlalu berat.

Orang sering makan makanan yang panas, minum air yang panas, tetapi tidak menyadari kerusakan kerongkongan yang diakibatkannya.

Makanan sejak masuk ke kerongkongan dan hingga  didorong sampai masuk ke dalam lambung itu prosesnya membutuhkan waktu sekitar 9 detik.

Jika kita menelan makanan panas lebih dari 65 °C, itu berarti bahwa setiap kali kita menelan, kerongkongan atau  esofagus kita akan menderita kepanasan selama 9 detik.

Oleh karena itu, jika suhu makanan terlalu tinggi, itu akan membakar mukosa esofagus yang menyebabkan kerusakannya. Jika hal itu berlangsung dalam waktu lama, maka dapat menimbulkan kanker esofagus.

Para ahli mengingatkan bahwa kerongkongan manusia sangat lunak dan hanya bisa menahan suhu 50 °C hingga 60 °C. Di luar suhu ini, mukosa esofagus  akan mengalami luka bakar.

Pengetahuan umum tentang kesehatan ini perlu dipahami supaya tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. (sin/rp)

 

Share

VIDEO POPULAR