Oleh Gu Qinger

Dwi Kongres Partai Komunis Tiongkok tidak lama lagi akan berlangsung. Inspeksi demi keamanan ditingkatkan, khususnya Beijing. Ada sumber yang mengatakan bahwa Partai Komunis Tiongkok telah mengeluarkan sejumlah larangan untuk dipatuhi oleh semua perwakilan baik The National People’s Congress atau NPC dan The Chinese People’s Political Consultative Conference  atau CPPCC yang akan berpartisipasi dalam kongres.

Sidang Komite Nasional CPPCC ke-11 dimulai pada 3 Maret. Sementara Kongres Rakyat Nasional (NPC) akan diadakan pada 5 Maret 2019 besok.

Media Hongkong ‘Hongkong Economic Journal’ mengutip ucapan seorang sumber yang akan pergi ke Beijing untuk menghadiri Kongres pada 2 Maret melaporkan bahwa, Partai Komunis Tiongkok pusat meminta semua perwakilan yang hadir mengikuti kedua kongres untuk mematuhi disiplin yang diberlakukan.

Mereka dilarang keras membawa ponsel ke dalam ruang sidang. Jika ada keperluan yang mendesak, mereka dipersilakan untuk menggunakan telepon radio yang sudah disediakan panitia.

Menurut laporan ‘Apple Daily’, komentator urusan saat ini, Lin Heli mengatakan bahwa Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok telah mengeluarkan “perintah yang jelas” kepada para anggota dari dua asosiasi dan tidak diizinkan untuk menyampaikan pendapat kepada media luar.

Selain itu, demi menjaga keamanan Beijing, Zhao Kezhi, Menteri Keamanan Publik Tiongkok meluncurkan operasi keamanan yang dinamakan “parit pelindung benteng” untuk memperketat pengawasan terhadap pengiriman logistik.

Pada saat yang sama, dokumen “mekanisme perang” yang diluncurkan di Kota Fuyang, Provinsi Henan selama lebih dari setengah bulan  yakni pada 22 Februari hingga 17 Maret 2019 terekspos.

Pada saat yang sama, Beijing melakukan 2 hingga 3 kali pemeriksaan keamanan terhadap paket melalui pos yang dikirim ke Beijing. Para pengguna kereta api biasa atau kereta api cepat yang datang ke Beijing harus menjalani 2 kali pemeriksaan keamanan.

Pemerintah daerah telah secara ketat melarang para pembuat petisi datang ke Beijing dan mengirim personel ke Beijing untuk melakukan intersepsi dengan kekerasan. Ada juga banyak pembangkang Beijing yang telah dibawa pergi oleh pihak berwenang dari Beijing untuk “ditamasyakan” ke tempat lain.

Hu Jia, seorang aktivis hak asasi manusia Tiongkok mengatakan kepada Suara Amerika bahwa sejak Dwi Kongres Partai Komunis Tiongkok, dengan kedatangan peringatan tahun kelipatan sepuluh terhadap peristiwa politik besar seperti Gerakan 4 Mei, Pembantaian 4 Juni, dan hari ulang tahun Partai Komunis Tiongkok, pihak berwenang selalu berupaya keras untuk menjaga “stabilitas sosial”.

‘Apple Daily’ melaporkan bahwa Qi Zhiyong, seorang penyandang cacat dalam peristiwa 4 Juni mengungkapkan sebelumnya bahwa Beijing tahun ini berada dalam situasi yang tidak biasa.

Penanggungjawab Dinas Keamanan Nasional dan Lembaga Penjaga Stabilitas Sosial telah “menyapanya” lebih awal yang memintanya untuk tidak berpartisipasi dalam kegiatan apapun termasuk wawancara. Ia mengatakan bahwa selama Dwi Kongres berlangsung, ia akan dibawa untuk “melakukan tour”.

Cha Jianguo, seorang anggota Partai Demokrat Beijing dibawa ke Yunnan, beberapa orang pembangkang seperti Gao Hongming dan He Depu telah dibawa untuk “melakukan tour” entah ke mana.

Banyak anggota dari ‘Ibu Tiananmen’ dan jurnalis independen terkenal seperti Gao Yu mengatakan bahwa rumah mereka di Beijing terus “dijaga” oleh orang-orang berpakaian preman yang tak pernah mereka kenal.

Ada rumor yang beredar di masyarakat Tiongkok bahwa kekacauan akan muncul di Tiongkok pada saat tahun yang berakhir dengan angka sembilan.

Dalam himpitan kesulitan yang berasal dari dalam dan luar negeri, komunis Tiongkok terus berteriak agar semua jajaran di pemerintahan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ‘Revolusi Warna’ dan menyerukan untuk berfokus pada pencegahan terhadap risiko politik. (sin/rp)

Share

VIDEO POPULAR