Suasana Gunung Merapi yang terlihat dari obyek wisata Kali Talang, Balerante, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (19/12/2018).

Masyarakat setempat memanfaatkan kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Merapi untuk dijadikan tempat wisata seperti gardu pandang Gunung Merapi untuk meningkatkan potensi wisata lokal yang dapat menjadi sumber pencaharian bagi masyarakat.(ANTARA FOTO/ALOYSIUS JAROT NUGRO)

 Gunung Merapi,  mengeluarkan awan panas guguran sebanyak tujuh kali pada Sabtu (2/3/2019) dini hari tadi.

Hal itu mengakibatkan, terjadinya hujan abu. Hujan abu menerpa beberapa wilayah di lereng Gunung Merapi.

Hujan abu terjadi pada pukul 07.00 hingga 07.45 wib. Terjadi karena awan panas guguran pMerapi. Sementara itu abu vulkanik terbawa angin dari timur laut. Jarak luncur awan panas guguran masih berada di dalam radius bahaya yang ditetapkan BPPTKG Yogyakarta.

Pemerintah setempat mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. “

Bila beraktivitas di luar rumah, masyarakat diimbau menggunakan masker,” tuturnya.

BPPTKG Yogyakarta melalui akun twitternya menyebutkan bahwa awan panas guguran terjadi pada 04.51, 04.54, 05.03, 05.07, 05.10. Jarak luncur maksimum dua km mengarah ke Kali Gendol. Awan panas guguran pada pukul 05.33 kembali terjadi, disusul pada 05.40 dan 05.40.

Jarak luncur awan panas guguran 800 meter dan 900 meter. BPPTKG Yogyakarta masih menetapkan status Gunung Merapi di level 2 (Waspada). Rekomendasi BPPTKG radius bahaya yang dikosongkan dari aktivitas penduduk masih tetap 3 km dari puncak gunung Merapi. (bgx)

 

Share

VIDEO POPULAR