Bldaily.id. Suara musik tradisional menandakan adanya sebuah pesta pernikahan. Ucapan sumpah ke surga, bumi, dan satu sama lain.

Begitulah pesta pernikahan tradisional yang diselenggarakan warga desa adat Hahoe, Korea Selatan.

Anda bisa menjadi relawan menjadi mempelai wanita atau mempelai pria.

Seperti yang dilakukan pasangan yang sudah menikah selama 15 tahun ini.

“Saya sudah menikah selama 15 tahun. Saya mengambil lagi “pernikahan” ini sebagai pengalaman yang menyenangkan.”

“Tapi ketika mereka mengenakan berlapis-lapis pada lapisan pakaian, saya menjadi gugup (seperti pengantin beneran),” kata mempelai wanita.

Upacara pernikahan tradisional Korea ini terinspirasi dari kisah angsa liar setia pada pasangannya.

Kredit: erabaru.net

Jika salah satunya meninggal, yang lain akan meneruskan hidup sendiri.

Jadi konsep angsa liar di pesta pernikahan ini merupakan keinginan pasangan pengantin untuk bersama-sama hingga tua.

Kim Cheng-Jen dari Korean Etiquette Institute (Institut Etika Korea) menjelaskan makna pernikahan tradisional Korea yang lebih dalam.

Kredit: erabaru.net

“Dalam sebuah pernikahan tradisional Korea, pasangan tersebut pertama kali mengucap sumpah ke surga, ke bumi, lalu saling bertemu.”

“Setelah bersumpah ke surga dan bumi, mereka tidak bisa menceraikan atau mengubah hati mereka. Ini lebih dari sekedar upacara atau pesta. Ini memiliki makna mendalam tentang batasan pernikahan,” katanya.

Sumber: erabaru.net

Share

VIDEO POPULAR