Oleh: Wu Guobin (Pimpinan Klinik PTT Xin Yi Tang)

Jika rasa sakit diberi skala 10, maka indikator untuk sakit Neuralgia Trigeminal bisa mencapai 9 -10. Sakit di kepala seperti itu sungguh menyiksa, bahkan membuat penderita serasa ingin menabrakkan kepala ke dinding, sehingga diberi julukan “rasa sakit nomor 1 di dunia”.

Bagaimana jurus ilmu Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT) meredakan rasa sakit Neuralgia Trigeminal yang menakutkan ini?

Gejala Neuralgia Trigeminal

Apa yang dimaksud dengan sistem syaraf Trigeminal?

Trigeminal adalah pasangan syaraf kelima pada bagian otak, yang fungsinya adalah mengendalikan rasa pada bagian pipi, serta gerakan mengunyah, menggigit dan lain-lain. Syaraf trigeminal terbagi menjadi tiga, yakni syaraf mata, syaraf rahang atas dan syaraf rahang bawah.

Sakit Trigeminal atau Neuralgia Trigeminal umumnya terjadi pada usia 40 – 50 tahun ke atas. Di saat kambuh, rasa sakitnya muncul tiba-tiba ibarat sambaran petir, dengan durasi bervariasi antara beberapa detik sampai 2 menit.

Rasa sakitnya sangat keras, terasa seperti diiris pisau, terbakar, tersengat listrik atau tertusuk jarum. Jika parah, pipi akan kejang-kejang, sudut bibir akan tertarik ke arah tempat yang sakit, bahkan mengalami hidung beringus, mengeluarkan air mata, terjadi kongesti darah atau hiperemia pada membran hidung dan selaput mata, dan lain sebagainya.

Waktu kambuhnya Neuralgia Trigeminal tidak tentu dan sulit diprediksi. Awalnya mungkin sangat lama baru kambuh sekali, tapi sampai periode akhir penyakit ini, intensitasnya akan semakin kerap terjadi, bahkan mungkin akan menyerang tiap beberapa menit sekali, hal ini sangat menyiksa penderitanya.

Mengapa Dapat Terjadi Neuralgia Trigeminal?

Dalam ilmu medis Barat, Neuralgia Trigeminal terbagi menjadi dua macam yakni bersifat primer (penyebab penyakit belum diketahui) dan bersifat sekunder(penyebab penyakit sudah jelas).

Yang bersifat primer adalah syaraf Trigeminalnya sendiri mengalami perubahan patologis, namun penyebab yang konkrit belum bisa dipastikan. Sedangkan yang bersfiat sekunder adalah ditimbulkan akibat penyakit lain, tumor, aneurisma, malformasi vaskular, radang araknoid dan lain-lain, dapat menimbulkan sakit Trigeminal.

Menurut PTT, Neuralgia Trigeminal terkait erat dengan jaringan meridian. Neuralgia Trigeminal pada zaman kuno disebut sebagai ‘angin wajah’ atau ‘sakit wajah’. Yang dimaksud dengan ‘angin wajah’ adalah bagian wajah yang terkena dampak angin patogen.

Pada kitab “Zhu Bing Yuan Hou Lun” dari Dinasti Sui (581 – 618) disebutkan, “Bagi yang mengalami kepala dan wajah angin, adalah karena tubuh lemah, berbagai meridian Yang ditubuhnya terkontaminasi angin.” Dua belas meridian pada tubuh manusia terbagi menjadi 6 meridian Yin dan 6 meridian Yang, dan 6 meridian Yang terhimpun pada bagian kepala dan wajah.
Orang yang bertubuh lemah, meridian Yang-nya sangat mudah terganggu oleh angin patogen, menyebabkan aliran darah dan Qi (baca: Chi, bio energy, Red.) tidak lancar, maka akan mudah mengalami Neuralgia Trigeminal.

Aliran Qi dan darah pada lambung dan usus yang tidak lancar kemungkinan akan memicu Neuralgia Trigeminal. Meridian lambung adalah salah satu dari 6 meridian Yang.

Kebiasaan makan yang terlalu panas dan kering, Qi api terlalu besar, maka siklus meridian lambung mudah terganggu, ditambah lagi terkena angin patogen, maka akan mengakibatkan jaringan meridian terhambat dan menyebabkan kesakitan.

Pergeseran Tulang Leher Mungkin Picu Neuralgia Trigeminal

Pada uji klinis kami mendapati, Neuralgia Trigeminal terkait langsung dengan pergeseran tulang belakang leher atau cervical vertebra.

Foto di atas adalah model cervikal vertebra, bagian yang berwarna kuning adalah syaraf, bagian warna merah adalah pembuluh nadi atau arteri. Jika sendi tulang belakang leher mengalami pergeseran, mudah menekan syaraf dan menyebabkan radang syaraf, mempengaruhi peredaran darah, lambat laun akan memicu masalah Neuralgia Trigeminal.

Pergeseran toraks vertebra atau ruas tulang belakang toraks akan mengakibatkan konduksi saraf menjadi tidak lancar, juga dapat mengakibatkan terhambatnya sirkulasi darah dan Qi.

Akan tetapi pergeseran minor pada tulang belakang mungkin tidak akan mudah terdeteksi dengan X-ray. Lewat menekan otot pada kedua sisi tulang belakang baru bisa ditemukan simpul pembuluh yang bergeser tersebut.

Orang yang mengalami pergeseran tulang leher belakang biasanya akan mengalami gejala ngilu pada leher dan bahu. Ada orang yang menggunakan bantal jenis apa pun, saat bangun tidur leher tetap tidak nyaman, kondisi ini menandakan leher mengalami pergeseran rotasi. Gejala pergeseran tulang leher belakang adalah dada terasa sesak, atau bagian punggung sakit dan tidak nyaman.

Neuralgia Trigeminal terkait langsung dengan pergeseran cervikal vertebra. (foto streaming)

1 Jurus Mudah Rawat Tulang Leher, Cegah Neuralgia Trigeminal

Kita bisa melakukan pijatan pada leher agar tulang belakang leher kembali seperti semula, mengembalikan sirkulasi darah dan Qi sehingga dapat mencegah atau meredakan Neuralgia Trigeminal.

Pertama, kedua tangan diletakkan di belakang kepala, julurkan kedua jempol, secara bersamaan pijat otot di kedua sisi tulang leher. Umumnya, memijat otot di kedua sisi leher ini tidak akan terasa sakit. Jika telah terjadi pergeseran rotasi pada tulang leher bagian tertentu, saat dipijat akan terasa otot pada salah satu sisi tulang leher sangat tegang dan terasa sakit; sementara sisi lainnya tidak begitu sakit.

Bagian otot yang sakit akan terasa keras seperti bongkahan tanah, tidak bisa ditekan. Gunakan tenaga yang memadai untuk menekannya, selama 30 detik sampai 2 menit, perlahan, otot yang keras dan tegang itu akan berangsur kendur dan nyaman, lalu dengan sendirinya posisi sendi akan kembali pada posisi asal.

Digunakannya kedua tangan untuk memijat secara simetris adalah agar kekuatan pada kedua sisi leher sama rata, menghindari terjadi tenaga tekanan berlebihan pada satu sisi saja. Pijatan dilakukan mengikuti tulang leher dari atas sampai ke bawah, rasa sakit akibat tegang otot akan perlahan menghilang, mayoritas tulang leher akan kembali ke posisi semula.

Dalam proses memijat, ketika otot-otot telah terasa kendur, gerakkan leher berotasi perlahan, akan membantu mengendurkan sendi dan menyelaraskan kembali posisi tulang leher. Cara ini sangat lembut dan aman, jadi pembaca dapat menggunakan metode ini setiap hari untuk merawat bagian tulang leher.

Saat terjadi Neuralgia Trigeminal, titik saraf telinga Nie’er menjadi sangat sensitif. (foto streaming)

Pengobatan Aurikula Untuk Neuralgia Trigeminal

Dalam percobaan klinis yang saya lakukan, metode terapi yang paling efektif untuk menyembuhkan Neuralgia Trigeminal, selain cara reposisi tulang belakang (termasuk tulang leher), adalah metode aurikula (daun telinga). Metode aurikula terbagi atas dua bagian, yang pertama adalah mengeluarkan darah pada daun telinga dan yang kedua adalah akupresur telinga.

Buang Darah Pada Telinga

Pengeluaran darah dari telinga adalah metode penyembuhan Neuralgia Trigeminal yang paling cepat dan paling efektif, lebih dari setengah rasa sakit dapat langsung reda seketika.

Titik pengeluaran darah terutama tersebar pada lima titik dengan ujung telinga sebagai titik pusat. Sebelum mengeluarkan darahnya, pijatlah telinga terlebih dahulu agar telinga dipenuhi darah, lalu gunakan alkohol untuk mensterilkan telinga. Setelah ditusuk dengan jarum untuk dikeluarkan darahnya, gunakan tangan untuk mengusap telinga agar darah terdorong perlahan, lalu kembali bersihkan dengan alkohol.

Telinga terletak berdekatan dengan kepala, ketika mengeluarkan darah, adalah membuat lubang buangan bagi sirkulasi darah, agar aliran darah dan Qi pada bagian-bagian yang dilalui Neuralgia Trigeminal berikut leher dan bahu dapat kembali lancar, sehingga dapat meredakan sakit.

Saat mengeluarkan darah harus memperhatikan kondisi fisik pasien, jika pasien dalam keadaan lemah, atau kurang darah, atau disinyalir mengalami gangguan pembekuan darah, maka saat mengeluarkan darah harus ekstra hati-hati.   

Dalam pengobatan dengan metode aurikula untuk mengobati Neuralgia Trigeminal, titik mengeluarkan darah yang utama terletak pada bagian ujung telinga. (foto streaming)

Akupresur Pada Telinga

Selain itu, lewat cara akupresur pada telinga juga dapat mengatasi Neuralgia Trigeminal. Tiga titik akupunktur pada telinga yang kerap digunakan adalah titik saraf Nie’er, titik Sanjiao, dan titik koresponden batang otak.

Di antaranya, titik saraf Nie’er tersambung pada cabang bawah dari saraf Trigeminal, maka saat terjadi sakit, biasanya saraf Nie’er menjadi sangat sensitif, ditekan sedikit saja terasa sakit. Dengan cara menekan titik akupunktur ini dapat mengalirkan dobrakan saraf ini melewati Trigeminal, dialirkan menuju ke sistem jaringan batang otak, lalu terhubung ke kulit luar otak, dapat menekan rasa sakit itu sehingga rasa sakit mereda.

Seorang pasien wanita berusia 45 tahun, telah mengalami serangan Neuralgia Trigeminal selama 15 tahun baru menjalani pengobatan. Dengan membuang darah di telinga dan akupresur pada telinga, tusuk jarum, dan juga penyelarasan tulang leher, pada saat menjalani terapi rasa sakitnya telah berkurang 70%, dan kini hampir tidak pernah kambuh lagi. (epochtimes/sud/whs/rp)

 

Share

VIDEO POPULAR