Produk-produk dari Tiongkok sudah dikenal membanjiri pasar dunia. Produk atau barang-barang itu, mulai dari barang elektonik hingga mainan anak-anak.

Ada sekitar 80 persen dari semua mainan yang dijual di seluruh dunia diproduksi di Tiongkok daratan. Nah, bisa jadi barang-barang mainan itu juga masuk di pasaran Indonesia.

Mirisnya, tak sedikit barang-barang mainan produk Tiongkok itu yang beredar di berbagai negara, ditarik dari peredaran karena mengandung ancaman bahaya bagi penggunanya.

Di sisi lain, seringkali kita tidak terlalu peduli kalau mainan-mainan itu berbahaya. Padahal bisa membuat anak-anak penggunanya terluka bahkan bisa berakibat fatal.

Berikut ini ada 9 jenis mainan produk dari Tiongkok dan alasannya kenapa wajib diwaspadai.

Seorang anak gadis Tionghoa melihat mainan “Barbie and Tanner” di sebuah department store di Shanghai, 15 Agustus 2007. Mainan itu dibuat oleh raksasa mainan Amerika Serikat Mattel, yang masih dijual di Tiongkok meskipun telah ditarik dari peredaran di Amerika Serikat. Aksesoris seperangkat mainan “scooper” tersebut memiliki magnet kecil yang mudah terlepas. (Mark Ralston / AFP / Getty Images)

1. Mainan Binatang Karet

Lebih dari 31.000 unit mainan binatang karet buatan Tiongkok ditarik di Amerika Serikat pada Agustus tahun lalu karena terkontaminasi cat.

BSN Sports telah menjual mainan dari Februari 2017 hingga Juni 2018. Barang-barang mainan itu datang dalam berbagai model binatang. Mainan terutama digunakan dalam aktivitas-aktivitas fisik seperti permainan melempar.

Laporan oleh kelompok Public Interest Research Amerika Serikat menyebutkan bahwa mainan terkontaminasi timbal hitam. Pada tahun 2018 Public Interest Research  itu menyoroti bagaimana produk-produk untuk anak-anak yang terkontaminasi timbal masih berada di rak-rak toko dan sampai ke tangan anak-anak.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat mem peringatkan kalau tidak ada kadar timbal darah yang aman pada anak-anak yang telah diidentifikasi. Paparan bahan kimia itu dapat memengaruhi hampir setiap sistem di dalam tubuh.

2. Mainan dengan Magnet Longgar

Penarikan kembali dari peredaran terhadap mainan-mainan binatang karet mengacu pada penarikan kembali pada tahun 2007 atas 19 juta mainan yang dibuat di Tiongkok.

Barang mainan itu, setengahnya didistribusikan di Amerika Serikat. Mainan itu dirancang oleh Mattel, perusahaan mainan terbesar di Amerika Serikat.

Di antara penarikan barang mainan dari peredaran itu adalah seperangkat mainan Barbie dan Tanner, boneka Polly Pocket, dan berbagai tokoh aksi. Sebanyak 18,2 juta dari total mainan tersebut berisi magnet kecil dan berdaya kuat yang bisa terlepas.

Komisi Keamanan Produk Konsumen Amerika Serikat menyebutkan, kalau magnet yang ditemukan oleh anak kecil dapat ditelan atau dihisap. Jika lebih dari satu magnet tertelan, magnet-magnet dapat saling menarik dan menyebabkan perforasi atau penyumbatan usus, yang bisa berakibat fatal.

ILUSTRASI. Komisi Keamanan Produk Konsumen AS mengumumkan penarikan jutaan mainan yang diproduksi oleh Mattel Inc., termasuk mobil mainan die-cast “Sarge” ini. Komisi meminta para konsumen untuk segera menjauhkan mainan tersebut dari anak-anak dan menghubungi Mattel. (Chip Somodevilla / Getty Images)

Penarikan berikutnya terdiri dari 436.000 mobil mainan model koleksi yang diproduksi dengan menggunakan metode menekan logam cair ke dalam cetakan buatan Tiongkok. Mainan yang menggambarkan karakter Sarge dari film animasi “Cars” itu dilapisi dengan cat timbal di tingkat kadar yang melebihi standar federal.

3. Bola Mantul dan Boneka

Terungkap bahwa 516.000 bola mantul buatan Tiongkok yang dijual antara Januari 2012 dan Juli 2018 di Kanada perlu ditarik kembali. Hal itu seiring adanya penemuan bahwa kadar phthalate atau PVC  melebihi batas yang telah ditentukan.

Begitu juga, seperangkat boneka plastik “Montoy” sebanyak 52.000 mainan yang dijual dengan rantai diskon Dollarama, dikeluarkannya dari rak-rak toko.

Mainan itu berbahaya, karena mengandung pengganggu endokrin yang dapat mengakibatkan  masalah-masalah reproduksi dan perkembangan. Faktor itulah yang jelas berbahaya bagi anak-anak yang mengisap atau mengunyah mainan itu. 

4. Perhiasan Logam Anak-Anak

ILUSTRASI. Seseorang memakai gelang logam. (Lisa Paul / Flickr / CC BY 2.0)

Perhiasan logam yang dikenakan oleh anak-anak ditemukan mengandung kadar timbal yang tinggi.

Pada tahun 2007, sekitar 103.000 kalung, gelang, hiasan, dan anting-anting multi-warna yang diimpor oleh Tween Brands Inc., New Albany, Ohio, terkena dampaknya. Barang-barang itu dijual secara nasional di toko-toko ritel Limited Too dan Justice.

Beberapa perhiasan tersebut dipromosikan sebagai “High School Musical”, sementara barang lainnya telah menjadi hiasan sederhana yang diubah dari rantai-rantai atau tali.

Mainan kalung anak-anak yang dihiasi dengan simbol ikan, paling populer di kalangan orang-orang Kristen. Mirisnya ada sekitar 132.000 ditemukan terkontaminasi timbal pada tahun 2007.

Pada tahun yang sama, 300.000 cincin berwarna perak ditemukan mengandung kadar timbal tinggi. 200.000 perhiasan yang diimpor oleh Spandrel Sales and Marketing Inc., Tempe, Arizona juga tercemar. Sebagian besar perhiasan dijual di mesin penjual otomatis seharga 25 sen, sebuah penawaran untuk mati.

5. Mainan Spiderman

ILUSTRASI. Mainan Spiderman. (Mark Anderson / Flickr / CC BY 2.0)

Pada tahun 2016, sebuah perusahaan didenda US$23.400 karena menjual mainan palsu Tiongkok yang ditujukan untuk pasar Natal di Inggris.

Di antara 3.700 item yang disita, mainan Spiderman berisi cangkir sedotan kecil dan longgar yang dapat menimbulkan bahaya tersedak bagi anak-anak kecil.

6. Sepeda dan Pensil

ILUSTRASI. Anak jatuh dari sepedanya. (Ian Carroll / Flickr / CC BY 2.0)

Sekitar 6.400 sepeda anak-anak yang diproduksi di Tiongkok telah ditarik kembali menjelang musim liburan tahun 2009. Alasannya karena kesalahan pembuatan gagang sepeda yang menyebabkan pengendara kehilangan kendali.

Dalam periode waktu yang sama, 10.000 tripod seni anak-anak telah ditarik kembali karena mengandung timah yang melebihi batas ketentuan.

7. Kereta Dorong Bayi

ILUSTRASI. Pria mendorong kereta bayi di jalan dengan boneka di dalamnya. (Rachel Docherty / Flickr / CC BY 2.0)

Meskipun bukan mainan untuk anak-anak, kereta bayi buatan Tiongkok membuat daftar hampir satu juta model telah ditarik kembali pada tahun 2009. Penyebabnya ketika setidaknya ada jari-jari 12 bayi yang dilaporkan diamputasi setelah terjepit di dalam engsel kereta dorong.

Komisi Keamanan Produk Konsumen Amerika Serikat memperingatkan bahwa penarikan kembali model-model kereta bayi itu sama tuanya dengan yang dijual pada tahun 1999 di toko-toko termasuk Target dan Babies R Us.

8. Dot Bayi

ILUSTRASI. Seorang bayi tidur dengan dotnya di sebelahnya. (Hamed Sabre / Flickr / CC BY 2.0)

Sekitar 641.000 dot yang diproduksi di Tiongkok ditarik kembali pada tahun 2009 karena menimbulkan bahaya tersedak.

9. Studi tentang Mainan yang Dijual di Tiongkok

Dalam sebuah penelitian pada tahun 2011 oleh para peneliti dari Greenpeace dan IPEN, 500 mainan dan produk untuk anak-anak di lima kota besar Tiongkok, termasuk Beijing, Hong Kong, dan Shanghai, telah diuji untuk kadar kontaminasi.

Hasil pengujian menemukan bahwa 32 persen mainan tersebut tercemar timah hitam, arsenik, admium, merkuri, antimon, atau kromium. Setiap logam tersebut dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sistem saraf dan kekebalan tubuh anak.

Ada Kong Cheuk-san, seorang juru kampanye Greenpeace menyatakan bahwa tidak hanya mainan-mainan ini dapat meracuni anak-anak ketika disentuh atau dicerna, logam itu dapat masuk ke tubuh melalui udara yang mereka hirup.

ILUSTRASI. Hot Wheels, dibuat oleh Mattel, ditampilkan di rak di toko Target pada 25 Juli 2018 di San Rafael, California. (Justin Sullivan / Getty Images)

Beberapa mainan yang telah diuji adalah milik merek-merek yang dijual di luar  Tiongkok. Dua mobil mainan buatan Mattel, masing-masing bermerek Hot Wheels dan Speed Machines, ditemukan mengandung arsenik. Tidak jelas apakah produk ini dibuat oleh pabrik yang sama yang memproduksi mainan untuk pasar luar negeri.

Menanggapi penelitian itu, pemilik Rongjun Toys Industrial mengatakan kepada South China Morning Post bahwa dirinya terkejut kalau salah satu produknya, mobil mainan, disebut mengandung kadar timbal yang berlebihan. Menurutnya mainan itu “seharusnya” bebas dari logam berat.

Untuk informasi lebih lanjut tentang mainan yang berpotensi berbahaya dan cara melindungi anak-anak Anda dari ancaman mainan berbahaya, silakan simak laporan PIRG A.S “Trouble in Toyland,” di www.spirgedfund.org  (epochtimes/ran/rp)

Share

VIDEO POPULAR