Lebih dari 12.000 botol plasma darah  setelah dites positif mengandung antibodi HIV. Hal itu membuat gempar masyarakat Tiongkok. Botol plasma darah itu, seyogyanya untuk memberikan perawatan kesehatan 

Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mengungkapkan penemuan itu ketika mengeluarkan pemberitahuan pada Selasa, 5 Februari 2019. Komisi itu, menuntut semua rumah sakit segera menangguhkan penggunaan imunoglobulin yang terkena dampak.

Komisi juga menginstruksikan para profesional medis untuk memantau semua pasien yang telah dirawat dengan menggunakan batch yang terkena dampak. Batch atau jumlah yang dihasilkan sekaligus imunoglobulin untuk penggunaan intravena itu, diproduksi oleh Shanghai Xinxing Medicine Co.

Perawatan imunoglobulin intravena dapat membantu pasien yang memiliki sistem kekebalan yang lemah atau penyakit lain untuk melawan infeksi.

Sebelumnya pusat pengendalian penyakit di Provinsi Jiangxi pertama kali mendeteksi antibodi HIV dari batch produk plasma itu dan telah melaporkannya ke Komisi Kesehatan Nasional. Namun tidak dipaparkan tentang bagaimana kemungkinan plasma terkontaminasi.

Pihak berwenang juga mengklaim bahwa tidak ada pasien yang dilaporkan terinfeksi HIV sejauh ini.

Sementara itu media Tiongkok Economic Observer melaporkan pada 6 Februari 2019, ada seorang pasien masih bayi di Provinsi Jiangxi ditemukan terdeteksi positif HIV.

Dokter yang berupaya melacak sumber infeksi HIV, menemukan bahwa hal itu terjadi sejak bayi menerima suntikan imunoglobulin yang diproduksi oleh Shanghai Xinxing.

China Business Journal menyebutkan, ada total 12.226 botol dalam batch. Masing-masing botol berisi 50 mililiter plasma, dengan tanggal kedaluwarsa 8 Juni 2021. Batch-batch itu sebelumnya diperiksa dan disetujui oleh BPOM Kota Shanghai, yang belum membuat pernyataan ke publik.

Wang Yuedan, wakil direktur Departemen Imunologi di Fakultas Kedokteran Universitas Peking, mengatakan kepada China Business Journal bahwa keberadaan antibodi HIV umumnya dianggap sebagai tanda infeksi HIV. Wang curiga kontaminasi itu berasal dari para pendonor plasma darah.

Situs web Shanghai Xinxing mencatat bahwa plasma darah berasal dari dua pos donor darah apheresis. Satu di Kota Huaihua di Provinsi Hunan, dan satu lagi di Kabupaten Yugan, Provinsi Jiangxi.  

Apheresis adalah jenis donor darah khusus yang memungkinkan pendonor untuk memberikan komponen darah tertentu, seperti trombosit atau plasma. Kedua pos donor darah tersebut memiliki kapasitas mengumpulkan 70 ton plasma setiap tahun.

Epidemi AIDS Tiongkok tahun 1990-an dipicu oleh sejumlah petani miskin yang terjangkit penyakit ini setelah menggunakan jarum yang terkontaminasi untuk menjual plasma darah mereka. (epochtimes/ran/rp)

 

Share

VIDEO POPULAR