Oleh Zhang Ting  

Seorang insinyur perangkat keras asal Tiongkok yang bekerja di Apple bernama Jizhong Chen, ditangkap pihak berwenang.

Menurut Bloomberg pada hari Rabu, 30 Januari 2019 lalu, penyebab penangkapan Chen karena dicurigai  mencuri rahasia autopilot mobil milik perusahaan Apple yang diserahkan kepada sebuah perusahaan Tiongkok. Itu  adalah kasus pencurian serupa kedua yang dihadapi Apple sejak bulan Juli tahun lalu.

Gugatan pidana yang diajukan pengadilan federal di San Jose, California, Amerika Serikat tertulis: “Karyawan Apple pada 11 Januari 2019 lalu menemukan bahwa Jizhong Chen sedang mengambil foto tentang proyek autopilot mobil dengan menggunakan lensa sudut lebar di dalam lokasi kerja rahasia. Padahal 6 bulan yang lalu sebelumnya, saat Chen dipekerjakan oleh perusahaan Apple, ia menandatangani sebuah surat perjanjian rahasia yang ketat dengan perusahaan.”

Jaksa penuntut mengatakan bahwa Jizhong Chen mengaku mengambil foto perusahaan dan mencadangkan sekitar 2.000 file ke hard drive pribadinya, termasuk manual dan skema proyek autopilot mobil. Namun Chen tidak memberi tahu Apple bahwa ia telah melamar pekerjaan di sebuah perusahaan mobil autopilot Tiongkok.

Jaksa penuntut umum menyatakan bahwa perusahaan Apple menyebutkan, tindakan Chen mencuri data itu bersifat sangat destruktif bagi perusahaan.

Dari foto yang disita pemerintah Amerika Serikat terlihat, sebuah foto berlabel 19 Desember 2018 yang menggambarkan arsitektur kendaraan dan foto lainnya menggambarkan diagram kabel atau wire harness dari kendaraan autopilot Apple.

Isi gugatan menyatakan, Chen memberitahu penyelidik Apple bahwa setelah penyelia memberinya tugas untuk meningkatkan kinerja, ia lalu mengambil foto untuk mendukung lamaran kerjanya di perusahaan lain.

Tetapi ketika Apple mengetahui bahwa Chen sebenarnya bermaksud untuk “menyeberang” ke sebuah perusahaan Tiongkok yang menjadi pesaing, maka Chen langsung diputus hubungan kerjanya dengan Apple.

Chen kemudian memberitahu Apple bahwa alasannya untuk kembali ke daratan Tiongkok adalah untuk mengunjungi ayahnya yang sakit. Tapi Chen berhasil ditangkap minggu lalu pada malam sebelum keberangkatannya ke Tiongkok.

Pada 25 Januari, Chen dibebaskan setelah membayar uang jaminan sebesar USD. 500.000.

Pengacara Chen tidak segera menanggapi permintaan komentar. Perwakilan Apple dan FBI juga tidak segera menanggapi permintaan Bloomberg untuk mengomentari kasus tersebut.


Kendaraan autopilot yang sedang dalam pengujian perusahaan Apple di Silicon Valley. (Cao Jingzhe/Epoch Times)

Apple Sebelumnya juga Memiliki Kasus yang Mirip   

Ini adalah kasus kedua kalinya dalam setengah tahun yang dialami Apple di mana staf asal Tiongkok mereka ditangkap karena mencuri teknologi autopilot mobil milik Apple.

Pada 11 Juli 2018, The Federal Bureau of Investigation atau Biro Investigasi Federal Amerika Serikat menangkap dan menggugat mantan karyawan Apple, Xiaolang Zhang. Dia dituding mencuri rahasia dagang.

Zhang diduga mencuri informasi tentang teknologi autopilot mobil Apple dan ingin memberi manfaat kepada majikan barunya, yakni perusahaan startup Tiongkok bernama Xiaopeng Motors.

Menurut tuntutan, Apple mulai mencurigai Xiaolang Zhang pada akhir bulan April tahun lalu. Saat itu, Zhang izin pulang ke daratan Tiongkok dengan alasannya ingin menemani istrinya melahirkan anak dengan cara caesar.

Tetapi setelah ia kembali ke Amerika Serikat, ia mengajukan pengunduran diri dari Apple pada 30 April 2018 silam dengan alasan bahwa ibunya di daratan Tiongkok sedang dalam kondisi kesehatan yang buruk.

Di sisi lain Zhang mengungkapkan hal sebenarnya kepada orang lain bahwa ia sudah diterima kerja oleh sebuah perusahaan startup Tiongkok yang bernama Xiaopeng Motors.

Investigasi internal perusahaan Apple menunjukkan bahwa beberapa hari sebelum Zhang mengundurkan diri, aktivitas Zhang di jaringan internet perusahaan tiba-tiba meningkat tajam.

Penjaga keamanan Apple juga memberitahu penyelia dari Zhang bahwa ia telah menemukan bukti soal Zhang yang telah melakukan pencarian pada database rahasia perusahaan dan saat masuk ke perusahaan selama masa cutinya itu.

Hasil rekaman CCTV pada 28 April tahun lalu menunjukkan, Zhang berjalan masuk ke laboratorium perangkat lunak dan perangkat keras mobil.

Dalam waktu kurang dari satu jam kemudian, ia meninggalkan lab dengan membawa keyboard komputer, beberapa kabel penyambung dan sebuah kotak berukuran besar.

Kementerian Kehakiman Amerika Serikat pada bulan November tahun lalu mengumumkan “Prakarsa Tiongkok” untuk memprioritaskan kasus pencurian rahasia dagang dan secepatnya mengajukan tuntutan hukum.

Sejauh ini, Kejaksaan San Francisco telah menangani sejumlah kasus pencurian komersial yang melibatkan karyawan asal Tiongkok yang pernah bekerja di perusahaan antara lain Micron Technology, sebuah perusahaan pembuat chip memori, dan Genentech.

Selanjutnya Amerika Serikat secara resmi akan menggugat perusahaan telekomunikasi terbesar Tiongkok Huawei, dan menuntut Huawei yang diduga kuat telah mencuri rahasia dagang mitra AS-nya T-Mobile US Inc. (epochtimes/sin/rp)

Share

VIDEO POPULAR