Oleh Lin Yan

Jaksa penuntut dari Pengadilan Federal untuk Distrik Barat Washington Amerika Serikat telah mengajukan 10 tuduhan terhadap Huawei dan anak perusahaannya di Amerika Serikat. Tuduhan itu terkait pencurian rahasia dagang yang dilakukan Huawei.

Pencurian rahasia dagang itu termasuk dugaan pencurian rahasia dagang terhadap perusahaan T-Mobile, Amerika Serikat, tujuh penipuan transfer elektronik dan upaya menghambat peradilan.

Peradilan itu adalah bagian dari upaya penegakan hukum bersama antara Kementerian Kehakiman Amerika Serikat, Biro Investigasi Federal, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Keamanan Dalam Negeri.

Departemen dari administrasi Trump pada hari Senin, 28 Januari 2019 yang lalu mengadakan konferensi pers antar departemen mengenai rencana menuntut pidana terhadap perusahaan Tiongkok Huawei, anak perusahaan Huawei di AS (Huawei Device USA Inc,), dan Sky Com Tech Co Ltd. Hongkong di Iran. Saat yang sama diluncurkan prosedur ekstradisi formal terhadap Kepala Keuangan Huawei Meng Wanzhou dari Kanada.

Keempat orang terdakwa menghadapi total 23 tuduhan pidana. Tuduhan termasuk dugaan penipuan dan pelanggaran sanksi Amerika Serikat  terhadap Iran sebanyak 13 tuduhan dan pencurian rahasia dagang perusahaan Amerika Serikat  sebanyak 10 tuduhan.

Pencurian rahasia dagang adalah masalah utama dalam konflik perdagangan Amerika Serikat  – Tiongkok. Pemerintahan Trump sedang meningkatkan upaya untuk menindak tegas kegiatan spionase ekonomi komunis Tiongkok terhadap Amerika Serikat.

Huawei menawarkan berbagai penghargaan kepada stafnya yang berhasil mencuri teknologi

Pada 10 Juli 2013, perusahaan induk Huawei Tiongkok dan anak perusahaannya di Amerika Serikat  mengklaim bahwa dua orang stafnya berinisial AX dan FW  yang mencuri teknologi dari T-Mobile adalah kasus individu dan bertentangan dengan kebijakan perusahaan Huawei.

Namun, 2 hari kemudian, anak perusahaan Huawei di Amerika Serikat  menunjukkan bukti email tentang edaran internal Huawei yang berisikan kebijakan untuk memberikan insentif atau hadiah kepada staf yang berhasil mencuri informasi rahasia dari pesaing.

Menurut dakwaan, Huawei telah mengembangkan serangkaian insentif berdasarkan kebijakan perusahaan untuk menghargai stafnya berdasarkan nilai informasi rahasia yang dicuri dari pesaing.

Staf Huawei diarahkan untuk mengirimkan informasi rahasia yang diperoleh dari perusahaan lain melalui intranet perusahaan. Jika informasinya sangat sensitif, itu harus  dienkripsi dan dikirim ke alamat email yang ditunjuk. Demikian kalimat dalam dakwaan pengadilan.

Pada saat yang sama, Huawei membentuk Tim Manajemen Persaingan yang tugasnya meninjau konten rahasia yang disampaikan oleh staf dan memberikan penghargaan bulanan kepada staf Huawei yang memberikan informasi intelijen paling berharga bagi perusahaan.

Selain itu, Huawei juga memberikan insentif 2 tahunan untuk 3 pemenang (wilayah) yang informasi yang diperolehnya paling berharga bagi perusahaan.

Kebijakan itu juga menekankan bahwa tidak ada staf yang akan dihukum oleh perusahaan karena bertindakan sesuai dengan kebijakan.

Paparan konten email anak perusahaan Huawei di Amerika Serikat  

Pada 12 Juli 2013, Direktur Eksekutif Sumber Daya Manusia dari anak perusahaan Huawei di Amerika Serikat  mengirim email ke semua karyawan Huawei di Amerika Serikat untuk memperkenalkan program hadiah baru dari perusahaan.

Email itu juga menyebutkan, “Di Amerika Serikat, kami tidak akan memaafkan atau berpartisipasi dalam kegiatan seperti itu, dan perusahaan Huawei Amerika Serikat secara tegas melarang perilaku tersebut.”

Namun email itu tidak menyebutkan apakah program hadiah ditangguhkan oleh perusahaan induk, namun menekankan bahwa di beberapa negara dan wilayah, program hadiah seperti ini mungkin merupakan hal normal dan masuk dalam golongan bisnis sehari-hari di wilayah tersebut.

Scott Kennedy, seorang ahli urusan Tiongkok di Pusat Studi Strategis dan Internasional atau CSIS, Washington mengatakan bahwa Huawei mendorong karyawan untuk mencuri rahasia dagang pesaing. Itu  merupakan bagian paling mengejutkan dari surat dakwaan tersebut.

“Masih ada beberapa pertanyaan yang belum dijawab, teknologi lain apa saja yang telah dicuri Huawei? Apakah pemerintah Komunis Tiongkok tahu? Apakah Huawei sudah mengakhiri program ini?” kata Scott.

Huawei mencuri teknologi robot milik T-Mobile

Kebijakan bonus yang diperkenalkan oleh Huawei telah membawa masalah bagi anak perusahaan Huawei Amerika Serikat itu. Pasalnya yang terakhir mencoba menjelaskan kepada T-Mobile bahwa pencurian di laboratorium T-Mobile itu dilakukan oleh “staf nakal” mereka sehingga  tindakannya merupakan tanggung jawab pribadi karena bertentangan dengan kebijakan Huawei.

Anak perusahaan Huawei di Amerika Serikat diduga telah mencuri perangkat lunak parameter teknis dan informasi rahasia lainnya tentang robot uji seluler milik T-Mobile yang dinamakan Tappy.

Pada saat itu, Huawei menyediakan ponsel untuk T-Mobile. Selama hubungan bisnis dengan T-Mobile itu, staf Huawei menanyakan data teknis Tappy dan berulang kali mencari informasi melalui staf T-Mobile.

Hal itu memicu kewaspadaan T-Mobile. Setelah itu timbul serangkaian hal keterlaluan yakni 2 orang staf Huawei membawa staf Huawei ketiga seorang insinyur asal Tiongkok, ke dalam laboratorium uji dan mengambil foto robot Tappy tanpa izin.

Seorang staf Huawei lalu melepaskan lengan robot dan memasukkannya ke dalam tas dan menyelinap keluar dari laboratorium. Setelah diketahui oleh pihak T-Mobile, kerugiannya sudah tidak dapat diperbaiki.  

Lalu bagaimana kelanjutan kasus ini? Apakah dakwaan jaksa penuntut umum bisa menjebloskan tersangka dari Huawei dipenjara? Menarik untuk ditunggu. (epochtimes/sin/rp)

Share

VIDEO POPULAR