Oleh Li Yen

Nostradamus dianggap oleh banyak orang sebagai salah satu peramal paling akurat dalam sejarah. Beberapa peristiwa dunia nyata yang populer telah diprediksi oleh peramal Prancis tersebut yang terkenal dalam bukunya, Les Propheties. Lalu apa prediksi mengejutkan yang dia tinggalkan terkait kejadian pada tahun 2019?  

Di bawah ini adalah beberapa nubuat yang paling menarik dari Nostradamus yang menjadi kenyataan:

© Wikipedia | Zereshk

1. Kematian Henry II dari Perancis

Prediksi akurat Nostradamus tentang kematian fatal Henry II dari Prancis pada tahun 1559 adalah yang membuat peramal tersebut menjadi pusat perhatian selama abad ke-16.

Nostradamus menulis: “Singa muda akan mengalahkan yang lebih tua / Di medan perang dalam satu pertempuran / Dia akan tertusuk matanya melalui sangkar emas / Dua luka oleh satu tusukan, kemudian dia mati dengan mengenaskan.”

© Wikimedia Commons | Agence photographique de la Réunion des musees nationaux – RMN

Pada musim panas tahun 1559, Raja Henry II dari Perancis yang lebih tua, terluka parah selama pertandingan menggunakan tombak untuk mengalahkan Gabriel, Comte de Montgomery yang enam tahun lebih muda darinya.

Tombak kayu Montgomery menusuk tutup kepala Raja, hancur berkeping-keping. Serpihan kayu tunggal menembus mata kanan Raja, memasuki rongga mata kanan dan pelipisnya. Dua luka oleh satu tusukan.

Raja menderita kelumpuhan, kejang-kejang, dan masalah pernafasan selama 11 hari sebelum meninggal pada tanggal 10 Juli 1559. Ia meninggal karena kematian yang mengenaskan.

2. Penganiayaan yang sedang berlangsung terhadap Falun Gong atau Falun Dafa di Tiongkok

Nostradamus menyatakan tanggal tertentu, “Pada tahun 1999, bulan ketujuh”, di salah satu sajak empat barisnya.

Banyak yang percaya peramal terkenal itu memrediksi tentang akhir dunia pada tahun 1999. Akan tetapi sebaliknya, ia merujuk pada penganiayaan terhadap Falun Gong di Tiongkok.

Nostradamus menulis: “Pada tahun 1999, bulan ketujuh / Dari langit akan muncul Raja teror yang hebat / Untuk menghidupkan kembali raja agung Angolmois / Sebelum dan sesudah Mars berkuasa atas nama membawa kebahagiaan untuk rakyat.”

Pada 20 Juli 1999, Jiang Zemin, mantan ketua Partai Komunis Tiongkok (PKT), melancarkan penganiayaan brutal untuk membasmi Falun Gong. (© Getty Images | MIKE CLARKE / AFP)

 

Pada 20 Juli 1999, tahun 1999, bulan ketujuh, Jiang Zemin, mantan ketua Partai Komunis Tiongkok, telah menyebabkan kehancuran besar-besaran di Tiongkok dengan meluncurkan penganiayaan brutal untuk membasmi Falun Gong, sebuah latihan kultivasi kuno berdasarkan prinsip Sejati, Baik, dan Sabar.

Beberapa orang menduga “Raja teror yang hebat” dalam ramalan di atas menunjukkan antikristus. Partai Komunis Tiongkok yang ateis menganut ideologi Marxis.

Mantan pemimpin Partai Komunis Tiongkok, Jiang Zemin, yang sendirian menghasut penganiayaan brutal terhadap praktisi Falun Gong yang tidak bersalah pada tahun 1999 di Tiongkok (© Getty Images | Feng Li)

Komunis Tiongkok melihat kepercayaan pada Falun Gong, termasuk keberadaan ilahi, surga, dan para dewa, sebagai hal yang saling bertentangan yang tidak dapat diselaraskan dengan cita-cita Marxisnya.

“Mungkinkah kita anggota Partai Komunis, yang dipersenjatai dengan Marxisme, materialisme, dan ateisme, tidak dapat mengalahkan esensi Falun Gong?” Jiang menulis dalam sebuah surat untuk anggota-anggota tinggi Partai Komunis Tiongkok.

Surat itu ditulis setelah 10.000 praktisi Falun Gong melakukan protes di luar Zhongnanhai pada 25 April 1999 silam. Protes itu untuk mengajukan petisi kepada pihak berwenang untuk mengakhiri pelecehan ilegal setelah penangkapan beberapa orang praktisi di Tianjin.

©Getty Images | NICHOLAS KAMM/AFP

Akibatnya, puluhan ribu praktisi Falun Gong disiksa secara tidak manusiawi di penjara, pusat penahanan, rumah sakit jiwa, dan kamp-kamp kerja paksa tanpa pengadilan. Hal yang lebih mengerikan lagi, penganiayaan itu telah menghasilkan bentuk kejahatan baru. Kejahatan saat sekitar 65.000 praktisi Falun Gong yang sehat secara diam-diam dibunuh demi diambil organnya untuk menyuplai industri transplantasi organ yang menguntungkan di Tiongkok.

3. Munculnya Adolf Hitler

©Getty Images | Fox Photos

Hebatnya, Nostradamus pada abad ke-16 telah meramalkan munculnya Hitler untuk berkuasa. Dalam Les Propheties, Nostradamus menulis: “Dari kedalaman Eropa Barat / Seorang anak muda akan lahir dari orang miskin / Dia yang dengan lidahnya akan memikat hati sekelompok besar rakyat/ ketenarannya akan meningkat menuju wilayah Timur.”

Memang, orang tua Hitler berasal dari keluarga petani miskin. “Seorang anak muda akan lahir dari orang miskin.” Dia memenangkan dukungan rakyat Jerman untuk partai Nazi dengan pidato persuasifnya. “Lidahnya akan memikat hati sekelompok besar rakyat.”

Seperti prediksi Nostradamus yang terkenal tersebut, Hitler mencari aliansi dengan Jepang (wilayah Timur) selama Perang Dunia II.

©Wikimedia Commons

Dalam bait yang lain, Nostradamus menulis: “Binatang buas yang kelaparan akan menyeberangi sungai / Sebagian besar dari medan perang akan melawan Hister / Menuju sangkar besi yang besar akan diambil / Ketika anak Jerman itu tidak mematuhi apa pun.”

Menurut Mirror, “Hister” adalah istilah lama yang digunakan untuk Sungai Danube di Austria, dan Hitler dilahirkan hanya beberapa mil jauhnya dari sungai tersebut.

Lalu, apa ramalan Nostradamus terkait kejadian pada 2019?

1. Gempa Bumi Besar di Amerika Serikat

Nostradamus meramalkan aktivitas seismik besar akan mengguncang bagian barat Amerika Serikat, dan getarannya akan terasa di seluruh dunia.

Nostradamus menulis: “Gempa bumi akan terjadi terutama di bagian barat Amerika Serikat. Kekuatannya akan terasa di tanah di seluruh dunia.”

Menurut para ilmuwan, California sudah lama tertunda dari gempa bumi besar. Dalam laporan 2017, Survei Geologi AS memperingatkan kemungkinan “gempa bumi besar”, sebuah gempa bumi yang sangat besar dan merusak di California.

Ilustrasi – Shutterstock | Vladiczech

2. Terorisme

Apa yang telah dilihat dalam firasatnya Nostradamus telah menyiratkan dalam sajaknya tentang perang kemungkinan dimulai dari serangan teroris di Prancis oleh para ekstremis Islam, yang kemudian akan menyebar ke seluruh Eropa.

Christophe Castaner, menteri dalam negeri Prancis, berbicara kepada media setelah pembukaan kembali pasar Natal yang diserang pada 11 Desember 2018. (© Getty Images | SEBASTIEN BOZON / AFP)

Nostradamus menulis: “Perang besar akan dimulai di Prancis dan kemudian semua Eropa akan diserang, akan menjadi lama dan menakutkan bagi semua orang.”

Namun ada harapan, karena menurut peramal tersebut, akan ada akhir untuk perang ini pada tahun 2025, dan perdamaian akan berkuasa.

Baris terakhir dari bait ini berbunyi: “Dari abu kehancuran, perdamaian akan terlahir kembali, tetapi hanya sedikit orang yang akan menikmatinya.”

© Wikimedia Commons

Karena puisi Nostradamus ditulis menggunakan kata-kata dan kiasan-kiasan yang tidak begitu jelas, sering memiliki konten yang sulit dipahami dan penuh teka-teki. Penafsiran tulisannya selalu tetap kontroversial.

Bagaimanapun ramalan Nostradamus berada di bawah renungan besar, tidak dapat disangkal bahwa kita benar-benar berada dalam masa kekacauan besar. Jadi, ada kebutuhan besar untuk bangun dan menolong sesama kita manusia yang baik hati sebelum terlambat.

Mungkin dengan meningkatkan diri kita menjadi orang yang lebih baik, pada akhirnya hal itu bisa membawa kita ke kehidupan dan situasi yang lebih baik daripada yang ada sekarang. (epochtimes/ran/rp)

 

Share

VIDEO POPULAR