Ribuan orang di Zimbabwe kehilangan pekerjaan dalam beberapa tahun terakhir. Itu dampak dari membanjirnya impor murah produk dari Tiongkok yang menghancurkan industri manufaktur negara itu.

Mantan walikota Harare dan pengusaha Bernard Manyenyeni mengatakan kepada The Epoch Times bahwa beberapa bisnis di Zimbabwe telah runtuh akibat persaingan ketat dari produk-produk murah Tiongkok.

Menurut Bernard, masuknya produk murah telah berdampak negatif pada sektor pakaian, manufaktur, listrik, peralatan plastik, pabrik, dan peralatan Zimbabwe.

Bernard mencatat, kualitas beberapa produk Tiongkok sangat rendah. Bahkan produk Tiongkok disebut “zhing zhongs.” Sebuah ungkapan yang digunakan warga Zimbabwe ketika mereka meremehkan sesuatu.

Menurut Bernard, industri di Zimbabwe perlu memiliki biaya produktif yang kompetitif secara global, terutama di bidang tenaga kerja.

“Kita mungkin memerlukan analisis dampak sektor demi sektor untuk menentukan sektor-sektor tertentu yang memerlukan perlakuan khusus, untuk berapa lama, dan untuk manfaat nyata apa. Itu bisa didorong oleh nilai, memprioritaskan nilai tinggi, opsi berdampak tinggi, ” kata Bernard.

Komentar lainnya diungkapkan oleh Linda Masarira, juru bicara nasional untuk partai oposisi Gerakan untuk Perubahan Demokratik.

Linda mengatakan dampak barang-barang Tiongkok yang murah di pasar Zimbabwe sangat besar.

“Ini benar-benar menghancurkan industri pakaian lokal dan menciptakan pengangguran besar-besaran,” kata Masarira.

Menurut Linda, itu berkontribusi besar pada krisis mata uang yang dialami Zimbabwe. Orang-orang Tiongkok sedang membersihkan dolar AS dari Zimbabwe.

Lebih jauh Linda mengungkapkan, bahwa pemerintah memiliki kewajiban untuk melindungi industri lokal dari barang-barang murah Tiongkok, tetapi belum bertindak.

“Sangat disayangkan bahwa kita memiliki pemerintahan serakah yang hanya peduli pada kantongnya dan bukan mata pencaharian dan kesejahteraan rakyat,” katanya.

Menjelang pemilihan umum negara itu Juli lalu, pemimpin Partai Oposisi Demokrat, Harry Peter Wilson berjanji bahwa jika dia terpilih dia akan menghentikan impor barang-barang murah Tiongkok untuk meningkatkan kapasitas industri lokal dan menciptakan lapangan kerja. Namun belakangan Wilson tidak terpilih.

Dalam sebuah wawancara dengan The Epoch Times, Wilson mengkritik pendekatan pemerintah saat ini di bawah Presiden Emmerson Mnangagwa.

Wilson mencatat bahwa pemerintah mungkin tidak dapat berbuat banyak karena Zimbabwe  telah menerima pinjaman dan sumbangan dari Beijing untuk proyek-proyek seperti parlemen baru.

Selain itu, pemerintah Mnangagwa mengharapkan lebih dari US $ 2 miliar dana talangan ekonomi dari Tiongkok di bawah inisiatif One Belt One Road. (theepochtimes/rp)

 

Share

VIDEO POPULAR