Buntut dari gaduhnya ruang publik oleh kasus hoaks tujuh kontainer surat suara dicoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara sampai ke ancaman kemungkinan pelaporan terhadap putra Jokowi ke Badan Reserse Kriminal Polri atau Bareskrim.

Ancaman itu dilontarkan oleh Andi Arief, mantan aktivis 98 yang menjabat sebagai  Wasekjen Partai Demokrat. Sebabnya hanya karena Putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka meretweet pernyataan perihal TNI AU yang meminta Andir Arief untuk menyebutkan oknum TNI yang turut mengecek adanya kabar hoaks 7 kontainer tercoblos.

Pernyataan bernada ancaman itu dilontarkan Andi Arief melalui Twitter miliknya, @AndiArief__ pada Rabu,  9 Januari 2019.

“Saya lagi menimbang apa perlu melaporkan akun anak Presiden ke Bareskrim,” bunyi tweet Andi Arief.

Cuitan Andi Arief. (Twitter @andiarief_)

Andi Arief juga mengunggah gambar tangkapan layar dari Twitter Gibran, @chili_pari, yang telah meretweet pernyataan dari TNI AU.

Ancaman Andi Arief adalah buntut dari kegaduhan  kabar tujuh kontainer surat suara tercoblos, yang ditweetkan olehnya pada Rabu sore, 2 Januari 2019 yang lalu.

Andi mencuit di akun Twitternya soal kabar tujuh kontainer surat suara tercoblos berbunyi: “Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di TanjungPriok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya, karena ini kabar sudah beredar. Belakangan cuitan itu dihapus.”

Bunyi cuitan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief soal adanya tujuh kontainer berisi surat suara sudah tercoblos pada Rabu, 2 Januari 2019. Cuitan ini sudah dihapus oleh Andi Arief. (Foto: Courtesy)

Cuitan itu pun menjadi ramai. KPU dan Bawaslu pun sibuk dan langsung bereaksi untuk membuktikan kebenarannya.

KPU langsung terjun ke lapangan ke Tanjung Priok untuk mengecek tujuh kontainer yang dimaksud. Hasilnya nihil. Tujuh container yang kabarnya datang dari Tiongkok itu tidak ada. Otomatis 70 juta lembar surat suara tercoblos untuk pasangan satu, Jokowi Maruf Amin pun tak terbukti.

KPU menggandeng Polri untuk mengusut kasus. Beberapa waktu kemudian tertangkaplah Bagus Bawana Putra, pelaku pembuat dan penyebar hoaks tujuh kontainer surat suara dicoblos itu. Bagus mengaku sebagai Ketua Dewan Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo.

Namun belakangan Badan Pemenangan Nasional atau BPN, mengklaim sosok Bagus tak dikenal dalam struktur Badan Pemenangan Nasional  Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Bagus ditangkap bersama tiga tersangka penyebar konten hoaks lainnya, yakni LS, HY, dan J.

Mereka ditangkap secara terpisah oleh Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. BBP ditangkap di Sragen, yang lain di Balikpapan, Kalimantan Timur, Bogor Jawa Barat, dan Brebes, Jawa Tengah.

Modus yang dilakukan tersangka Bagus adalah mengunggah konten berupa tulisan maupun rekaman audio suaranya soal 7 kontainer yang berisi surat suara yang telah tercoblos. Konten diunggah di beberapa platform, seperti Whatsapp Group dan media sosial.

Bagus  menyebarkan hoaks melalui akunnya @bagnatara1. Bukan hanya itu, dia mention nama beberapa politikus. Cuitan diunggah pada 1 Januari 2019 pukul 23.35 WIB.

“Ada info, katanya di tanjung priuk ditemukan 7 kontainer, berisi kertas suara, yg SDH tercoblos gbr salah satu paslon.. St tdk tahu, ini hoax atau tdk, mari kita cek sama2 ke Tanjung priok sekarang.. Cc @fadlizon , @AkunTofa , @AndiArief__ @Fahrihamzah.”

Menurut Kasubdit I Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes (Pol) Dani Kustoni, ada unsur kesengajaan yang terpenuhi. Bagus juga berupaya melakukan penghapusan barang bukti yang disebarkan, yakni menghapus akunnya, membuang ponsel, dan melarikan diri.

Selain konten di tweet itu, Bagus juga merekam suara. Rekaman suara dibagikan melalui grup whattsapp. Suaranya pun sudah didteksi pihak kepolisian mirip suara Bagus .

Bagus Bawana terancam melanggar Pasal 14 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, karena sengaja menyiarkan berita bohong. Ia terancam dihukum maksimal 10 tahun kurungan penjara.

Lalu bagaimana kelanjutan episode Andi Arief dengan Gibran Rakabuming? Apakah ancaman pelaporan Andi Arief itu diwujudkan atau sekadar ancaman? Patut ditunggu.  (rp)

Share

VIDEO POPULAR