Bagus Bawana Putra, yang sebelumnya disebut-sebut di media dengan inisial BBP, menjadi tersangka pembuat dan penyebar hoaks tujuh kontainer surat suara dicoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara. BBP pun telah ditangkap bersama tiga tersangka penyebar konten hoaks lainnya, yakni LS, HY, dan J.

Mereka ditangkap secara terpisah oleh Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. BBP ditangkap di Sragen, yang lain di Balikpapan, Kalimantan Timur, Bogor Jawa Barat, dan Brebes, Jawa Tengah.

Modus yang dilakukan tersangka BBP adalah mengunggah konten berupa tulisan maupun rekaman audio suaranya soal 7 kontainer yang berisi surat suara yang telah tercoblos. Konten diunggah di beberapa platform, seperti Whatsapp Group dan media sosial.

BBP menyebarkan hoaks melalui akunnya @bagnatara1. Bukan hanya itu, dia mention nama beberapa politikus. Cuitan diunggah pada 1 Januari 2019 pukul 23.35 WIB.

“Ada info, katanya di tanjung priuk ditemukan 7 kontainer, berisi kertas suara, yg SDH tercoblos gbr salah satu paslon.. St tdk tahu, ini hoax atau tdk, mari kita cek sama2 ke Tanjung priok sekarang.. Cc @fadlizon , @AkunTofa , @AndiArief__ @Fahrihamzah.”

Menurut Kasubdit I Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes (Pol) Dani Kustoni, ada unsur kesengajaan yang terpenuhi. Pelaku sudah mempersiapkan, melalui perbuatan secara pribadi. Bahkan BBP juga berupaya melakukan penghapusan barang bukti yang disebarkan.

Penghilangan barang bukti yang dimaksud, adalah BBP menghapus akunnya, membuang ponselnya, dan melarikan diri.

Bukti konten yang tersebar melalui rekaman suara seorang lelaki menyatakan, “Ini sekarang ada tujuh kontainer di Tanjung Priok sekarang lagi geger, mari sudah turun. Dibuka satu. Isinya kartu suara yang dicoblos nomor 1, dicoblos Jokowi. Itu kemungkinan dari Cina itu. Total katanya kalau 1 kontainer 10 juta, kalau ada 7 kontainer 70 juta suara dan dicoblos nomor 1. Tolong sampaikan ke akses, ke pak Darma kek atau ke pusat ini tak kirimkan nomor telepon orangku yang di sana untuk membimbing ke kontainer itu. Ya. Atau syukur ada akses ke Pak Djoko Santoso. Pasti marah kalau beliau ya langsung cek ke sana ya.”

Mendapat informasi itu KPU dan Bawaslu melakukan pengecekan bersama pihak Bea Cukai, di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Hasilnya dipastikan bahwa informasi tujuh kontainer surat suara pemilu yang sudah tercoblos tidak ada alias hoaks.

Bagus Bawana terancam melanggar Pasal 14 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, karena sengaja menyiarkan berita bohong. Ia terancam dihukum maksimal 10 tahun kurungan penjara. (bgx)

Share

VIDEO POPULAR