Oleh: An: Qi

Sejumlah spesies telah bertahan hidup di bumi selama jutaan tahun. Beberapa di antaranya telah punah pada tahun 2018 yang lalu.

Laporan terbaru dari Bird Life International, para ilmuwan menyebutkan, ada tiga spesies burung yang punah pada tahun 2018.

Dua di antaranya adalah burung penyanyi dari timur laut Brasilia yakni: Pemburu Pohon Cryptic  bernama ilmiah Cichlocolaptesmazarbarnetti dan Pemungut Daun Alagoas (Philydornovaesi).

Bird Life International mencatat, species burung lainnya yang punah pada tahun 2018 adalah Poo-uli Hawaii dengan nama ilmiah: Melamprosopsphaeosoma. Burung ini terakhir kali ditemukan pada tahun 2004 . Burung yang ditangkap terakhir mati pada tahun yang sama.

Kepala ilmuwan Bird Life dan penulis pertama laporan itu, Stuart Butchart, juga menunjukkan tren yang merisaukan bahwa jenis spesies daratan mulai berubah menjadi lebih banyak punah daripada spesies pulau.

Selama berabad-abad, 90% burung yang punah adalah spesies  pulau.

Hasil penelitian Bird Life menunjukkan bahwa gelombang kepunahan sedang menggulung seluruh daratan. Alasan utamanya adalah ekspansi pertanian yang berkelanjutan dan hilangnya serta degradasi habitat (burung) yang disebabkan oleh penebangan hutan.

Lalu bagaimana di tahun 2019 ini? Apakah masih ada hewan yang terancam punah?

Ternyata pada tahun ini, masih ada bahaya kepunahan bagi spesies tertentu.

Salah satu jenis burung yang punah pada tahun 2018: Alagoas Foliage-gleaner (nama ilmiah: Philydornovaesi). (WikiAves)

Spesies burung yang bakal punah

Macaw Spix adalah burung bayan yang merupakan satu-satunya anggota genus Cyanopsitta. Ia terkenal di film animasi “Petualangan Rio” tahun 2011. Kini telah punah di alam bebas dan hanya beberapa lusin Spix yang sempat ditangkap yang masih hidup.

Ada beberapa spesies yang terancam punah, di Skotlandia seperti the New Caledonian Lorikeet dan burung hantu Pygmy (Pernambuco Pygmy-owl) dari Amerika Tengah.

Kepunahan spesies liar disebabkan oleh deforestasi dan faktor-faktor lain, seperti pembangunan bendungan dan penangkapan untuk perdagangan liar.

Spesies lain yang hampir punah

Selain jenis burung, hewan lain, seperti vaquita (lumba-lumba hitam) dan badak putih utara, juga hampir punah.

Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika  atau The National Oceanic and Atmospheric Administration mencatat bahwa  Vaquita adalah mamalia kecil laut yang paling terancam di dunia. Saat ini jumlahnya kurang dari 30 ekor.

Menurut laporan blog Internet Mashable, pada Maret tahun lalu, badak putih jantan utara terakhir mati di suaka margasatwa di Kenya. Sekarang tinggal dua ekor badak putih betina saja yang tersisa.

Dua ekor badak putih utara terakhir yang tersisa, sedang merumput di suatu wilayah perlindungan hewan di Kenya. (TONY KARUMBA, AFP / Getty Images)

Sebelumnya pada awal 2018, sebuah laporan yang dikeluarkan oleh the U.S. Fish and Wildlife Service menyatakan bahwa di Amerika Serikat, hanya 40 ekor serigala merah liar yang masih selamat. Kemunkinan spesies ini mungkin akan punah dalam 8 tahun kedepan.

Kepunahan spesies hewan saat ini lebih cepat

Menurut teori dari Pusat Keanekaragaman Hayati  (The Center for Biological Diversity) , bumi  sekarang ini sedang berada di era ke-6 kepunahan flora dan fauna. Itu kepunahan besar ke-6 dari 500 juta tahun terakhir.  

Organisasi itu meyakini bahwa  kepunahan spesies dewasa ini adalah yang paling serius sejak kepunahan dinosaurus 65 juta tahun yang lalu.

Meskipun kepunahan adalah semacam fenomena alam, penelitian saat ini terutama menggunakan “kecepatan”  untuk mengukur tingkat kepunahan spesies. Perhitungan didasarkan pada nilai rata-rata kecepatan hilangnya spesies, yaitu, tingkat latar belakang kepunahan (Background rate of extinction).

Tetapi para ilmuwan memperkirakan bahwa kecepatan kepunahan spesies hewan saat ini adalah antara 1.000 dan 10.000 kali dari masa lalu.

Organisasi itu juga memperkirakan sekitar 1.000 spesies telah punah dalam 500 tahun terakhir. Tercatat mulai dari Bison hutan Westwood ke rusa Merriam di Negara Bagian Arizona, dari belalang Rocky mountain sampai merpati penumpang dan burung beo Culebra di Puerto Rico. (epochtimes/hui/whs/rp)

Share

VIDEO POPULAR