Oleh: Wang Jingwen

Alasan pemerintah membongkar vila-vila yang dibangun di Qinling adalah bangunan liar yang sangat merusak lingkungan ekologis.

Tentu secara resmi tidak berdalih adanya fengsui Vena Naga, namun sesungguhnya ilmu fengsui, di zaman Tiongkok kuno, diyakini sebagai ilmu pengetahuan hasil eksplorasi tentang hubungan antara lingkungan alam dengan tempat tinggal manusia.

Ilmu pengetahuan Barat sekarang dari sudut pandang hubungan lingkungan dengan ilmu engineering sistem dari umat manusia juga telah mengakui bahwa prinsip-prinsip ilmu fengsui Tiongkok adalah masuk akal.

Pemilik Misterius Villa Chen Lu Terungkap

Pada awalnya media pemerintah telah berkali-kali mengungkapkan bahwa di kaki gunung bagian utara pegunungan Qinling terdapat sejumlah besar bangunan liar tersebar di area seluas 5.000 KM², yang telah mengakibatkan kerusakan parah lingkungan ekologis bagi vegetasi dan sungai.

Hasil penyelidikan media pemerintah menunjukkan, vila-vila itu mencapai 300 lebih bangunan, kebanyakan telah selesai dibangun.

Pemiliknya adalah orang kaya atau pejabat tinggi, juga terdapat pejabat penting partai dan pemerintah dari provinsi Shaanxi dan kota Xi An.

Setelah diungkap oleh media pemerintah, bangunan liar tersebut bergeming, bahkan malah berkembang memanjang memenuhi gunung. Iklan penjualan properti dari sebagian proyek vila masih menancap di jalan masuk yang strategis.

Laporan Majalah mingguan Berita Tiongkok terbitan November 2018 yang memberitakan contoh kasus vila liar Qinling yakni “Vila Chen Lu” yang sejak 2005 dibangun sampai 2018 baru dibongkar, telah sempat eksis selama 10 tahun lebih.

Bangunan bergaya Tiongkok dengan karakteristik taman lanskap, luas tanah 9.280 M², luas bangunan 5.179 M², luas kolam ikan 1.098 M² dan luas kandang anjing 78 M².

Di interior vila terdapat berbagai jenis benda peninggalan budaya, dari identifikasi terdapat 26 buah benda kerajinan tangan modern dan 211 buah benda peninggalan budaya.

Di tengah proses pembangunan vila, telah ditanam berbagai jenis pohon berharga nan langka, termasuk sebatang pohon Pagoda Jepang (Sophora japonica) yang berusia 500 tahun, sebatang pohon Tanduk Sabun (Gleditsia sinensis) yang harganya lebih dari 200.000 Yuan RMB (425 juta Rupiah).

Di dalam pekarangan terdapat sejumlah besar batu giling, batu genderang, tonggak pengikat kuda, singa batu antik dan lain-lain, serta menghadap arah depan tergantung sebuah papan merah bertuliskan “Semuanya Mendapatkan Kehormatan Tinggi.”

Di dalam vila juga terdapat patung Bhodhidharma setinggi 1-2 meter. Di dalam aula tergantung lukisan besar 8 kuda karya Fan Zeng.

Menurut laporan, pemilik vila ini bernama Chen Lu, putra seorang pejabat tinggi kota Xi An. Ayah Chen sangat memandang penting Fengsui, ketika memilih lokasi vila, ia khusus mendatangkan master Fengsui dari kota Xi An.

Konon ayah Chen Lu benama Chen Baogen, mantan ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional kota Xi An.

Akhir Juli 2018 Xi Jinping memerintahkan wakil Sekretaris Komite Disiplin Pusat beserta Inspektur Sumber daya Alam Nasional merangkap Menteri Sumber Daya Alam turun ke Provinsi Shaanxi melakukan sidak, barulah mulai Agustus lalu Komite Disiplin Kota Xi An memutuskan membentuk grup investigasi secara menyeluruh.

Setelah Chen Lu mendapat kabar, ia ingin membongkar sendiri dan pada saat itu pula mulai memindahkan barang-barang berharga di dalam vila, namun berhasil dicegah.

Dewasa ini, semua orang yang bersangkutan dengan pelanggaran pembangunan “Vila Chen Lu” yang menyalahgunakan kekuasaan untuk melakukan penyelewengan, seluruhnya ditahan sambil menunggu  tindakan selanjutnya.

Berkat Pengaruh Jia Dashan, Xi Mengumpulkan Dana Merestorasi Kuil Kuno

Qinling sebagai Vena Naga, tidak diperbolehkan mendirikan bangunan secara besar-besaran di atasnya, khususnya tidak boleh menekan Vena Naga.

Setiap dinasti yang pernah merusak Vena Naga, pasti akan mengalami peristiwa buruk, misalnya setelah mendirikan istana Afang, dinasti Qin binasa. Kaisar Xuan Zong dari Dinasti Tang mendirikan kolam Hua Qing dan menimbulkan pemberontakan An Shi.

Siapapun mendirikan bangunan besar di Qinling, maka negerinya akan bernasib buruk. Mengenai hal ini Xi Jinping sangat percara, maka itu barulah terjadi berturut-turut 6 kali instruksi dan secara tegas membongkar bangunan yang dapat merusak nasib negara.  

Xi Jinping dilahirkan di provinsi Shaanxi dan selama 7 tahun tinggal di kota Yan An. Shi Cangshan, seorang ahli masalah Tiongkok di Washington menyatakan, “Xi Jinping di permukaan selalu berbicara tentang Komunisme, padahal dia sendiri sangat memercayai Fengsui dan hal-hal yang berkaitan dengan senam meditasi. Oleh sebab itu Xi tidak segan-segan membabat sekelompok besar pejabat dan tanpa memberi muka kepada orang nomor satu provinsi Shaansi Zhao Leji, seluruh vila itu juga harus dibabat habis, hal yang paling krusial adalah berhubungan dengan Fengsui Qinling.”

Rangkaian buku terbitan “New Epoch Weekly” Taiwan pernah memperkenalkan pengalaman Xi Jiping di masa mudanya, yang memengaruhi langsung pandangan hidupnya dan cara menyelesaikan pekara di kemudian hari.

Diantaranya seorang bernama Jia Dashan, sangat besar pengaruhnya terhadap Xi Jinping. Siapakah Jia Dashan? (Epoch Times/tys/whs/rp)

BERSAMBUNG

 

Share

VIDEO POPULAR