Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat. Pada penutupan perdagangan Kamis, (3/1/2019), nilai tukar rupiah berada pada posisi 14.416,5 per dollar AS.

Tren positif itu, diikuti  menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan Jumat (4/1/2019) hari ini.

Menurut Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, ada dua faktor yang mendorong penguatan rupiah.

Pertama, adanya kepercayaan investor. Kedua, semakin bekerjanya mekanisme pasar dalam negeri.

Meningkatnya kepercayaan investor, dijelaskan Perry seiring ditunjukkan dengan oversubscribed-nya hasil lelang Surat Berharga Negara (SBN) yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Dari target yang dipatok Rp 15 triliun, proses lelang mengalami oversubscribe hingga lebih dari Rp 50 triliun.

Sementara semakin bekerjanya mekanisme pasar dalam negeri  tidak hanya terjadi di pasar swap dan spot saja, tetapi juga Domestic Non-Delivery Forward atau DNDF.

Sejauh ini DNDF bergerak stabil, menguat bahkan lebih rendah dibandingkan NDF di pasar luar negeri.

Menurut Perry, spread DNDF dari spot itu juga relatif kecil. Itu menunjukkan semakin bekerjanya mekanisme pasar.

Menguatnya rupiah terhadap dollar AS itu tentu berpengaruh inflasi tetap terjaga. Jika rupiah tertekan terhadap dollar AS, inflasi terjadi cukup tinggi.

Belakangan, pemerintah bisa menstabilkan nilai tukar rupiah di kisaran Rp 14.000 sehingga inflasi mulai terjaga. (bgx)

Share

VIDEO POPULAR