Pengurus aktif Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia, Johar Lin Eng yang tercatat sebagai anggota Komite Eksekutif PSSI sekaligus Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Tengah, diciduk Tim Satuan Tugas Anti Mafia Bola.

Tim Satgas dibentuk Kapolri yang terdiri dari 145 anggota dari Mabes Polri yang bekerja sama dengan Polda Metro Jaya.

Johar pun ditetapkan sebagai salah satu tersangka dari  tiga tersangka kasus dugaan pengaturan skor di Liga 3 Indonesia.

Selain Johar, Satgas menetapkan dua tersangka lainnya, yaitu Priyanto dan Anik. Ketiganya kini sudah diamankan polisi.

Menurut Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (27/12/2018),  Priyanto tercatat pernah menjadi anggota Komite Wasit PSSI, sementara Anik adalah anak kandung Priyanto.

Priyanto dan Anik ditangkap terlebih dahulu pada Senin (24/12/2018) lalu. Priyanto diringkus di Semarang, sedangkan Anik diciduk di Pati, Jawa Tengah.

 “Seiring dengan dua orang sudah kami lakukan penangkapan, dalam penyidikan berkembang kemudian kami temukan tersangka J (Johar) itu,” ujar Argo.

Dari mereka berdualah, Satgas mengembangkan penyelidikan yang berujung ditangkapnya Johar di Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis (27/12/2018) siang. Johar ditangkap ketika ia baru saja mendarat dari Solo, Jawa Tengah.

Penangkapan ketiga tersangka itu berawal dari laporan seorang manajer klub sepak bola asal Jawa Tengah berinisial LI. Ll mengaku pernah dimintai sejumlah uang oleh Priyanto dan Anik.

Permintaan uang, pertama kali saat kegiatan sepak bola U-16 wanita. Ll mengeluarkan biaya akomodasi Rp 400 juta. Kedua, untuk pemenangan sepak bola di tingkat provinsi. Ll diminta Rp 125 juta agar bisa menjadi juara di tingkat provinsi.

Selain itu, LI juga dimintai uang sebesar Rp 50 juta supaya klubnya yang berlaga di kompetisi Liga 3 dapat naik kasta ke Liga 2. Namun, klub yang dikelola LI nyatanya tidak berhasil lolos ke Liga 2.

Ketiga tersangka dinilai telah melakukan penipuan, penggelapan, dan suap sebagaimana diatur dalam KUHP Pasal 378, 372, dan 209.  

Menurut Argo, para tersangka terancam hukuman minimal lima tahun penjara.

Sementara itu PSSI selaku induk sepak bola Indonesia berjanji akan mengusut kasus pengaturan skor yang melibatkan pejabat terasnya itu.

Direktur Media dan Digital PSSI Gatot Widakdo mengatakan, kasus akan ditangani oleh Komisi Disiplin. Ia menyebut, ketiga orang itu dapat dilarang berkecimpung di dunia sepak bola seumur hidup bila terbukti mengatur pertandingan.

Pihak kepolisian meminta bantuan masyarakat melaporkan jika mempunyai bukti terkait kasus mafia bola dengan menghubungi call centre di nomor 081387003310.(bgx)

Share

VIDEO POPULAR