Pihak berwenang Tiongkok akhirnya menutup gereja “rumah” yang berusia 11 tahun tersebut pada September lalu.

Gereja sebelumnya telah mengatakan dalam salah satu pernyataannya bahwa pihak berwenang Tiongkok menyebut gereja itu sebuah aliran sesat. Sebuah istilah yang sering digunakan oleh Partai Komunis Tiongkok untuk mencemarkan nama baik kelompok-kelompok agama dan spiritual.

“Diberi label aliran sesat adalah bagaimana semuanya dimulai untuk Falun Gong pada tahun 1999,” kata Wang kepada Reuters sambil menunjukkan penganiayaan yang dialami Falun Gong.

Untuk diketahui Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah disiplin kultivasi kuno berdasarkan prinsip-prinsip Sejati, Baik, dan Sabar. Latihan meditasi untuk peningkatan diri dan kedamaian tersebut telah diperkenalkan di Tiongkok pada Mei 1992, dan menjadi semakin populer hanya dalam beberapa tahun karena manfaat kesehatannya yang luar biasa.

Menurut laporan yang dikelola pemerintah, pada akhir 1990-an, jumlah orang Tiongkok yang berlatih Falun Gong telah mencapai 100 juta.

Pada Juli 1999, Komunis Tiongkok melancarkan penumpasan brutal terhadap kelompok tersebut, yang menyebabkan banyak praktisi Falun Gong ditangkap, ditahan, dan disiksa dalam tahanan polisi, dengan banyak kasus kematian telah dilaporkan.

Penyelidikan independen telah mengungkapkan bahwa kegiatan pengambilan organ paksa yang didanai Komunis Tiongkok secara utama menargetkan para tahanan dari kelompok agama atau keyakinan yang terutama adalah praktisi Falun Gong, Kristen gereja rumah, Buddha Tibet, dan Muslim Uighur.

Beberapa metode penyiksaan fisik yang paling umum digunakan pada tahanan keyakinan itu seperti  pemukulan, disetrum dengan tongkat listrik, dicekok paksa makan, terpapar panas dan dingin secara ekstrem, kurungan dalam kandang kecil, diborgol untuk jangka waktu lama, dan menyuntikkan obat-obatan berbahaya.

Dalam file foto ini, praktisi Falun Gong terlihat melakukan latihan di Guangzhou, Tiongkok, sebelum penganiayaan dimulai. (©End Transplant Abuse in China)

Pastor Bob Fu, pendiri dan presiden ChinaAid, sebuah organisasi hak asasi manusia Kristen, dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa serangan besar-besaran dalam semalam terhadap para anggota gereja “mewakili peningkatan besar penganiayaan agama di Tiongkok.” Skala penangkapan terbesar ini menunjukkan Xi Jinping, rezim yang dengan sengaja menjadikan dirinya musuh nilai-nilai universal, seperti kebebasan beragama untuk semua.

ChinaAid menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengutuk penangkapan sewenang-wenang terhadap orang-orang beragama yang tidak bersalah ini dan mendesak rezim Tiongkok untuk segera membebaskan mereka.

Menurut Dewan Hubungan Luar Negeri, beberapa perkiraan independen menunjukkan ada lebih dari 100 juta orang Kristen di Tiongkok. Angka itu melebihi keanggotaan Partai Komunis Tiongkok, sehingga mengarah pada peningkatan tindakan keras terhadap agama tersebut.

Meskipun umat Kristen menghadapi tindakan keras yang belum pernah terjadi sebelumnya dari rezim komunis yang ateis secara resmi, iman mereka tetap teguh.

“Gereja-gereja rumah percaya bahwa kebutuhan rohani kami dan tingkat keimanan kami diatur atas kehendak Tuhan,” kata Jin kepada Reuters. “Yang kami butuhkan adalah kebebasan untuk percaya. Tanpa ini [kebebasan], itu bukan iman yang sesungguhnya.”

48 jam setelah pendeta Wang ditangkap, anggota gereja telah menerbitkan pernyataan yang telah ditulis sebelumnya, yang telah ia perintahkan kepada mereka untuk dirilis dalam situsi kejadian seperti ini.

Pastor Wang menulis, “Saya dipenuhi amarah dan jijik atas penganiayaan yang dilakukan terhadap gereja oleh rezim Komunis ini, atas kejahatan orang-orang yang merampas kebebasan beragama dan menghilangkan hati nurani mereka.”

“Saya menerima dan menghargai kenyataan bahwa rezim Komunis ini telah diizinkan oleh Tuhan untuk memerintah sementara,” tulisnya. “Terlepas dari kejahatan apa yang pemerintah tuduhkan kepada saya, bersama pencemaran apa pun yang mereka lemparkan pada saya … saya dengan tegas menyangkalnya.” (epochtimes/ran/rp)

Share

VIDEO POPULAR