Bldaily.id. Saat ini marak munculnya aplikasi fintech atau pinjaman online. Adanya aplikasi pinjaman online membuat masyarakat semakin mudah melakukan pinjaman uang.

Syarat yang diajukan cukup mudah, hanya perlu menyerahkan salinan KTP, lembar pertama buku tabungan, dan dokumen lainnya. .

Peminjam bisa langsung membuka akun di aplikasi pinjaman online lainnya untuk menutupi utang sebelumnya. Gali lubang tutup lubang seperti lingkaran setan.

Sangat berbeda dengan bank yang memililki birokrasi berbelit-belit atau menggadai barang.

Belakangan banyak pengaduan pengguna aplikasi pinjaman online ke Lembaga Bantuan Hukum/ LBH Jakarta.

LBH mencatat ada 89 penyelenggara aplikasi pinjaman online alias fintech peer to peer lending yang diadukan 1.330 orang kepada mereka.

Aplikator tersebut diduga melakukan pelanggaran hukum dan hak asasi manusia terhadap peminjam.

Menurut pengacara publik LBH Jakarta Jeanny Silvia Sari Sirait, dari 89 aplikasi tersebut, 25 di antaranya aplikasi yang tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Ada 71,92 persen aplikasi yang diadukan yang tak terdaftar di OJK,” kata Jeanny. (bgx)

 

Share

VIDEO POPULAR