Bldaily.id. Inilah Phuong, seorang mantan jurnalis Vietnam yang telah melalui perjalanan ajaib hingga berhasil pulih dari gelombang penyakit yang tidak dapat disembuhkan, kisahnya akan membuat Anda percaya bahwa mukjizat itu memang ada dan memang benar-benar terjadi.

Pada suatu tahap dalam hidupnya, dia tidak bisa melihat apa-apa selain kegelapan dan rasa sakit.

Akhirnya, dia bisa melihat cahaya di ujung terowongan gelap saat dia menemukan sebuah jalan yang akan mengubah hidupnya selamanya.

Dia sekarang telah menjadi orang yang sehat secara keseluruhan dan menjalani kehidupan yang sebelumnya hanya bisa dia impikan.

Dalam sebuah wawancara dengan DKN.tv, dia berbagi perjalanan menuju pemulihannya yang menyentuh hati.

Kredit: DKN.tv

DKN.tvSenang sekali bertemu dengan Anda, saya pernah mendengar bahwa Anda telah menderita berbagai penyakit yang tidak dapat disembuhkan yang membuat Anda terpukul dan tertekan? Bisakah Anda menjelaskan kepada kami apa yang telah terjadi?

Phuong: Ya, jujur ​​saja, saya masih takut untuk melihat kembali ke masa lalu, ke bagian hidup saya yang menyedihkan itu. Pada masa itu, saya tidak bisa berhenti bertanya-tanya berapa banyak siksaan lagi yang harus saya alami.

Penderitaan berat dalam kehidupan saya sebenarnya dimulai beberapa tahun yang lalu ketika saya didiagnosis menderita tuberkulosis.

Itu adalah pengalaman yang menyeramkan karena selain penderitaan yang harus saya alami, terapi penyakit itu sendiri berlangsung selama satu atau dua tahun, dan biayanya juga sangat mahal.

Tuberkulosis sangat mudah kambuh, dan bakteri yang menyebabkan tuberkulosis (TBC) dapat mengembangkan resistensi terhadap obat antimikroba yang digunakan untuk membasminya.

Seseorang yang menderita TBC akan tahu bahwa setiap kali Anda mengunjungi dokter, maka dokter akan meresepkan dosis yang lebih kuat dan lebih tinggi, dan itu artinya, selama Anda belum sembuh, semakin lama Anda akan mengonsumsi obat yang semakin kuat juga.

Dalam kasus saya, saya diberi delapan antibiotik dan 30 tablet setiap hari. Tubuh ini sudah tidak mampu menangani obat-obatan dosis tinggi seperti itu, jadi saya mulai merasa mual dan pusing, saya juga sering ambruk begitu saja.

Setelah mengonsumsi obat, orang-orang biasanya akan mendapati saya hampir tidak sadar karena efek antibiotik yang saya konsumsi.

Obat-obatan itu pastinya berdampak negatif terhadap kesehatan saya. Saya sering merasa seperti orang yang mabuk dan pendengaran saya juga terganggu, oleh karena itu saya harus menggunakan alat bantu dengar.

Organ dalam saya juga rusak ketika beberapa waktu setelah mulai minum obat-obatan saya mengetahui bahwa fungsi ginjal dan hati saya terpengaruh.

Saya menderita sinusitis kronis, hipotensi, GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), kelainan kelelahan kronis dan nyeri kronis. Saya harus menggunakan penghilang rasa sakit dosis tinggi dan dibawa ke ruang gawat darurat beberapa kali.

Biaya pengobatan saya cukup mahal, dan saya tidak kunjung sembuh. Orang tua saya sering mengundang paranormal ke rumah untuk melakukan ritual kuno, dan percaya bahwa hal itu mungkin memiliki beberapa efek positif pada kesehatan saya.

Terlepas dari segala upaya yang telah dilakukan, saya masih menderita karena penyakit yang saya alami.

Saya sangat lelah dan tertekan, sehingga memiliki kehidupan yang baik, minimal kehidupan normal seperti orang lain, sekarang tampak seperti mimpi yang mustahil terwujud.

Akhirnya, saya mulai menderita insomnia kronis dan itu berlanjut selama beberapa bulan.

Saya sangat lemah hingga bahkan tidak dapat melakukan pekerjaan normal saya.

Ibu saya nekat mengendarai kendaraan untuk mengantar saya berkeliling kota meskipun dia sangat takut lalu lintas.

Saya tidak bisa memikirkan masa depan saya sama sekali. Orang-orang sering mengatakan bahwa seseorang akan dapat melihat pelangi setelah hujan deras, tapi saya telah kehilangan semua harapan akan pelangi tersebut.

DKN.tv: Bagaimana Anda bisa bekerja selama ini?

Phuong: Saya menganggur selama empat tahun karena saya harus mengikuti serangkaian perawatan dengan ketat.

Awalnya setelah menjalani perawatan untuk tuberkulosis yang saya derita saya kembali bekerja, tapi ternyata tidak mudah.

Saya harus berusaha keras untuk bekerja di bawah rutinitas normal. Setelah beberapa bulan, saya menjadi tunanetra.

Saya menjalani banyak pemeriksaan, tapi dokter tidak bisa menemukan penyebab masalah yang saya alami.

Segalanya mulai tambah memburuk, semuanya mulai tampak kabur dan tidak jelas, dan rasa takut juga menghantui saya. Gangguan penglihatan yang saya alami membuat saya mengalami masalah dengan aktivitas sehari-hari.

Saya gagal membedakan antara sayuran baik dan buruk. Saya tidak bisa memasak ataupun menggunakan ponsel saya. Saya juga membutuhkan orang asing untuk membantu saya melihat nomor bus karena saya bahkan tidak bisa membedakan lampu lalu lintas dengan benar.

Saya kemudian menemui seorang dokter senior di National Institute of Ophthalmology, dengan harapan dia bisa mendatangkan kesembuhan untuk penyakit yang saya derita, namun bahkan dengan tim medis terbaik, mereka tidak mampu menemukan obat apa pun yang manjur.

Mereka menyebutkan bahwa saya memiliki kelainan langka, yang pada akhirnya akan menyebabkan saya mengalami kebutaan.

Selama bertahun-tahun, penyakit menghantui saya. Saya telah menjadi beban keluarga dan tidak dapat mengumpulkan kekuatan untuk menghadapi penyakit lain yang tidak dapat disembuhkan.

Saya pernah berpikir untuk bunuh diri, tapi mengurungkan niat dengan pemikiran bahwa orangtua saya tidak mungkin menderita kerugian lagi karena saya adalah satu-satunya harapan mereka setelah kematian saudara laki-laki saya.

DKN.tv: Bagaimana Anda mengatasi semua kesulitan dan akhirnya menemukan harapan?

Phuong: Ketika saya tidak lagi bisa membaca dokumen di tempat kerja, saya meminta atasan saya untuk cuti sakit jangka panjang. Tapi dia tidak menyetujuinya karena saya baru saja bergabung dengan departemen tersebut.

Harapan mengetuk pintu saat rekan saya mengenalkan saya pada sebuah latihan yang disebut Falun Dafa.

Dia membawakan sebuah buku, Zhuan Falun, dan menyebutkan bahwa buku Zhuan Falun akan membantu saya.

Namun saat itu saya telah mencapai tahap akhir dari gangguan penglihatan dan sama sekali tidak bisa membacanya, jadi saya memutuskan untuk membawa pulang buku tersebut dan meminta ayah saya membacakannya.

Phoung membaca buku Falun Dafa – Zhuan Falun. (Kredit: DKN.tv)

Rekan saya berkeras bahwa saya harus membaca buku itu sendiri, karena dia sangat yakin bahwa penglihatan saya akan pulih kembali.

Jadi saya mendownload buku dari internet yang ditulis dengan ukuran huruf 32. Saya sangat ingin mengetahui isi buku ini, dan kemudian, saya menyadari bahwa buku itu mengajarkan tentang prinsip-prinsip Sejati, Baik, dan Sabar.

Saya menjadi sangat emosional saat membaca lebih lanjut buku tersebut. “Sejati – Baik – Sabar” bersinar dalam hidup saya seperti sinar matahari yang menyinari Bumi, dan untuk pertama kalinya selama bertahun-tahun, saya dapat memahami akar kesengsaraan saya.

Itu karena saya tidak pernah mempraktekkan Sejati – Baik – Sabar dalam kehidupan, dan Zhuan Falun adalah awal pencerahan saya.

Pada suatu kesempatan, saya sedang mencari sebuah buku tua di rak buku, tiba-tiba saya menyadari bahwa saya dapat membaca huruf berukuran kecil.

Saya kemudian mengeluarkan buku Zhuan Falun, lalu membacanya, dan terkejut karena huruf-huruf di dalam buku tersebut tidak kabur lagi. Itu benar-benar sebuah keajaiban.

DKN.tv: Apakah Anda mengalami keajaiban lain sejak mulai berlatih Falun Dafa?

Phuong: Saya mulai berlatih lima perangkat latihan Falun Dafa dengan ibu saya di taman terdekat, berkat latihan tersebut, seluruh tubuh saya terasa ringan seperti bulu.

Saya bisa merasakan energi positif melalui tubuh saya, dan sejak itu saya tidak pernah mengambil cuti sakit lagi.

Phoung berlatih latihan perangkat kelima Falun Dafa. (Kredit: DKN.tv)

Kesehatan saya meningkat pesat, dan saya menghentikan semua pengobatan setelah saya mulai berlatih.

Yang mengejutkan adalah tuberkulosis saya tidak pernah kambuh lagi. Pendengaran saya juga meningkat pesat dan sekarang saya tidak perlu lagi menggunakan alat bantu dengar.

Prinsip Sejati – Baik – Sabar telah menjadi awal baru, prinsip hidup dan juga inti kepribadian dalam hidup saya.

Saya masih tersentuh secara emosional ketika mengenang bagaimana saya menemukan jalan ajaib yang telah mengajari saya cara hidup yang benar.

Kehidupan Phuong pasti telah berubah putaran 360 derajat, dan dia telah menemukan cahaya di ujung terowongan.

Kredit: DKN.tv

Catatan Editor: Artikel ini didasarkan pada sebuah cerita yang diterbitkan di DKN.tv. 

Falun Dafa (juga dikenal sebagai Falun Gong) adalah sistem meditasi kultivasi diri yang berdasarkan prinsip universal “Sejati, Baik, Sabar”.

Latihan ini diperkenalkan kepada publik oleh Mr. Li Hongzhi pada tahun 1992 di Tiongkok. Saat ini, latihan Falun Dafa telah dipraktekkan oleh lebih dari 100 juta orang di 114 negara.

Tapi latihan meditasi damai ini dianiaya secara brutal di Tiongkok sejak tahun 1999.

Untuk info lebih lanjut, silakan kunjungi: id.falundafa.org dan faluninfo.net

Share

VIDEO POPULAR